Luka pada tubuh terjadi ketika sebagian jaringan tubuh rusak atau terbuka. Cedera tajam atau tidak tajam, fluktuasi suhu, asam, sengatan listrik, dan pencabutan gigi semuanya dapat berkontribusi pada keadaan yang menyebabkan luka. Semua atau sebagian fungsi organ hilang, seperti respon simpatis terhadap stres, perdarahan, pembekuan darah, infeksi bakteri, dan kematian sel adalah beberapa konsekuensi dari luka. Ada beberapa proses regenerasi yang melibatkan jaringan lunak dan jaringan keras dari rongga mulut pada luka akibat pencabutan gigi. Gingiva dan ligamen periodontal adalah jaringan lunak, sedangkan tulang alveolar adalah jaringan keras yang ikut rusak akibat oencabutan gigi.
Quercetin adalah flavonoid yang ditemukan pada tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Ini dapat mengurangi gejala peradangan dan meningkatkan penyembuhan luka. Ekstraksi maserasi adalah metode umum untuk mendapatkan quercetin dari tanaman obat. Pendekatan ini memiliki keunggulan karena mampu menarik unsur hara dari tanaman yang tidak tahan panas.
Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan Quercetin mampu meningkatkan ekspresi Hipoxia Inducible Factor-1α(HIF-1α) pada hari ke 2 dan ke 5 secara signifikan pada daerah luka setelah pencabutan gigi. Ketika kadar oksigen terganggu, HIF memainkan fungsi penting dalam regulasi gen. Sel endotel, sel lapisan osteoblas, sel mesenkim, fibroblas, dan makrofag semuanya melepaskan HIF-1α. HIF-1 merupakan faktor transkripsi yang berperan dalam mengontrol angiogenesis dan terciptanya penyembuhan tulang terutama pada soket pencabutan gigi.
Quercetin menyebabkan peningkatan substansial dalam ekspresi HIF-1α saat digunakan dalam penelitian ini. Quercetin memiliki aktivitas antiinflamasi yang membantu tubuh menghindari infeksi, demam, dan penyakit bakteri lainnya. Quercetin meningkatkan fibroblast dan sintesis kolagen tipe I dengan membangun rantai polipeptida pada poliribosom yang menempel retikulum endoplasma di sitoplasma dan melepaskan molekul prokolagen ke dalam sisterna. Kolagen adalah protein yang paling umum dalam tubuh, dan mereka memainkan peran kunci dalam penyembuhan luka. Quercetin ditemukan menjadi modulator pemulihan jaringan yang lebih baik, terutama di soket ekstraksi.
Penulis: Dr. Christian Khoswanto, drg., M.Kes.
Judul : Quercetin Accelerated Hipoxia Iinducible Factor-1α Expression in Tooth Sockets Wistar Rats
Link jurnal : MW efficacy in DSP (jidmr.com)
http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2022/09/14-D22_1869_Christian_Khoswanto_Indonesia.pdf





