Sindrom ovarium polikistik (SOPK) atau polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi dengan masalah ovulasi dan kadar androgen yang tinggi. Wanita dengan PCOS lebih cenderung memiliki kondisi resistensi insulin, mirip dengan diabetes tipe 2, yang dapat mengganggu perkembangan folikel. PCOS juga meningkatkan jumlah sitokin yang menyebabkan peradangan, seperti TNF-α. Daun Moringa oleifera atau daun kelor telah terbukti mengandung senyawa yang dapat menurunkan kadar insulin dan gula darah pada penderita diabetes serta dapat menurunkan TNF-α dan jumlah folikel. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk membuktikan khasiat daun kelor dalam menurunkan insulin, kadar gula darah, TNF-α, dan jumlah folikel pada penderita PCOS.
Penelitian ini melibatkan tikus putih Wistar (Rattus norvegicus) yang dipisahkan menjadi empat kelompok: tikus normal, tikus model PCOS, tikus model PCOS yang diberi metformin, dan tikus PCOS yang diberi 500mg Moringa oleifera. Untuk penelitian ini, tikus model PCOS diberi hormon testosteron propionat dengan dosis 100 mg/kg BB selama 21 hari. Setelah 21 hari pengobatan, peneliti mengamati insulin, gula darah, TNF-α, dan jumlah folikel.
Dibandingkan dengan kelompok kontrol normal, pada penelitian ini kelompok kontrol PCOS menunjukkan peningkatan kadar insulin, kadar gula darah, ekspresi TNF-α, dan penurunan jumlah folikel. Insulin, kadar gula darah, TNF-α, dan jumlah folikel secara signifikan lebih rendah pada kelompok perlakuan Moringa oleifera 500 mg/kg BB dibandingkan pada kelompok kontrol PCOS.
Daun kelor mengandung flavonoid quercetin yang tinggi. Quercetin adalah flavonoid dengan bagian bioaktif kuat yang melawan radikal bebas, peradangan, kanker, kolesterol tinggi, dan pembekuan darah. Tanaman ini juga kaya kandungan polifenol berupa asam fenolik, flavonoid, dan glukosinolat. Tanaman kelor juga telah terbukti menurunkan gula darah, baik ekstrak air maupun pelarut organik dari daun dan bijinya.
Ekstrak Moringa oleifera merupakan antioksidan kuat yang dapat menjaga sel pankreas agar tidak rusak akibat stres oksidatif yang disebabkan gula darah tinggi. Tumbuhan ini juga memiliki senyawa isotiosianat, yang penting untuk mengontrol gula darah karena menurunkan resistensi insulin dan membantu hati membuat glukosa. Serat, flavonoid, dan asam fenolik dalam daun Moringa oleifera punya kemampuan untuk menurunkan gula darah. Beberapa bagian daun kelor, seperti kaempferol, quercetin, asam klorogenat, asam galat, dan asam ellagic, telah dipelajari kemampuannya untuk melindungi DNA, protein, dan lipid dari ROS dan oksidasi radikal bebas.
Dengan demikian, daun kelor berpotensi menurunkan kadar insulin, kadar gula darah, kadar TNF-α, dan jumlah folikel penderita PCOS.
Penulis : Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R Link: https://www.dovepress.com/article_metric.php?article_id=79209





