Universitas Airlangga Official Website

Dampak Pandemi Covid-19 pada Pasien Reaksi Kusta

Foto by Siloam Hospitals

Pandemi Covid-19 dapat berdampak pada semua aspek termasuk pada pasien kusta. Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae.Kusta dapat menyebakan terjadinya reaksi yaitu reaksi reversal (reaksi tipe 1) dan eritema nodosum leprosum (reaksi tipe 2). Penurunan kunjungan akibat dari pandemi covid-19 pada pasien kusta terjadi hampir 87%, meskipun fasilitas kesehatan tetap buka seperti biasa. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa faktor, termasuk kebijkan pemerintah yang meminta supaya warga setempat lebih banyak tidak meninggalkan rumah, pasien merasa takut tertular dengan yang lain dan pemasukan menurun saat pandemi Covid -19d dan adanya PPKM. Pengobatan MDT tetap diberikan sebulan sekali apabila pasien masih dalam fase pengobatan dan pasien reaksi yang terkena covid-19 diobservasi ketat pada ruang isolasi khusus.

Untuk menurunkan transmisi COVID-19 di pusat layanan kesehatan pasien dan tenaga kesehatan juga menjalankan protokol kesehetan yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan penggunaan masker, sedangkan tenaga kesehatan menggunakan APD lengkap setiap kali menemui pasien di poli kusta, hal tersebut berpengaruh dalam menurunkan transmisi penularan COVID-19. Pasien reaksi kusta tetap diobservasi setiap bulan untuk melihat kondisi kulit dan keadaan umum pasien.

Penulis : Dr.Medhi Denisa Alinda,dr.,Sp.KK

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami ini:

An assessment of the reported impact of the COVID-19 pandemic on leprosy services using an online survey of practitioners in leprosy referral centres 

Barbara de BarrosSaba M LambertEdessa NegeraGuillermo Robert de ArquerAnna M SalesJoydeepa DarlongVivianne L A DiasBenjamin Jewel RozarioVivek V PaiMedhi Denisa AlindaM Yulianto ListiawanDeanna A HaggeMahesh ShahDiana N J LockwoodStephen L Walker