Universitas Airlangga Official Website

Mikroalga dan Perannya dalam Sektor Budidaya

Foto by Greeners.co

Mikroalga berperan penting dalam mendukung pengembangan budidaya. Hal tersebut dikarenakan mikroalga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi larva ikan karena nutrisinya yang tinggi. Mikroalga memiliki nilai protein dan lemak mencapai 71% dan 77%. Mikroalga juga mengandung senyawa bioaktif, mineral, vitamin, sterol, asam amino esensial, serta pigmen (klorofil, karotenoid, dan phycobiliprotein). Selain nutrisinya yang tinggi, penggunaan mikroalga sebagai pakan memenuhi kriteria seperti mudah didapat, tidak mahal, dan, tidak berbahaya. Oleh karena itu, banyak penelitian dan penerapan terkait kultur mikroalga untuk mendukung pengembangan sektor budidaya atau akuakultur. Kultur mikroalga diaplikasikan dengan menggunakan pupuk sintetis seperti Walne dan Conway. Sayangnya, penggunaan pupuk tersebut memerlukan biaya yang cukup tinggi dan ketersediaan yang terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya media kultur selain Walne dan Conway sebagai alternatif untuk menekan biaya dalam produksi mikroalga. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam kegiatan kultur mikroalga adalah dengan memanfaatkan limbah udang vaname (Litopenaeus vannamei). Dalam budidaya udang vaname, sekitar 25-30% nitrogen dan fosfor dalam pakan digunakan udang, dan sisanya terbuang di perairan sebagai bahan organik. Selain pakan yang tidak termakan, bahan organik pada tambak udang juga disebabkan oleh feses yang mengendap di dasar tambak. Pemanfaatan air limbah budidaya udang vaname yang kaya nutrisi menjadi salah satu alternatif sebagai media kultur mikroalga dan pengelolaan air limbah. Nitrat (N) dan fosfat (P) merupakan nutrien yang banyak terkandung dalam air limbah budidaya udang vaname, dimana produksinya dipengaruhi oleh pakan buatan yang diberikan selama kegiatan budidaya. Persentase N dan P yang dilepas ke lingkungan per ton ikan pada sistem budidaya intensif berkisar antara 81,5% dan 85,7% dan yang tersimpan sebagai biomassa ikan hanya berkisar antara 18,5% dan 14,3%. Mikroalga membutuhkan nitrogen dan fosfat untuk tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mikroalga (Nannochloropsis sp., Tetraselmis sp., dan Dunaliella sp.) pada air limbah budidaya udang vaname. Performa tidak hanya dilihat dari kepadatan mikroalga, tetapi juga pengaruh mikroalga terhadap parameter kualitas air, terutama nitrat dan fosfat di dalam air.

Eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah perlakuan A (Nannochloropsis sp. yang dikultur pada limbah cair udang vaname), B (Tetraselmis sp. yang dikultur pada limbah cair udang vaname), dan C (Dunaliella sp. yang dikulturk pada limbah cair udang vaname). Air limbah pada penelitian ini digunakan dari tambak udang vaname dari Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Parameter utama dalam penelitian ini adalah pertumbuhan populasi dan kepadatan mikroalga. Pengukuran kadar nitrat dan fosfar dilakukan dengan metode pengujian kadar nitrat dalam air menggunakan spektrofotometer brucine sulfate (SNI 06-2480-1991).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah budidaya udang vaname dapat digunakan sebagai media budidaya mikroalga Nannochloropsis sp., Tetraselmis sp., dan Dunaliella sp. Hal ini dikarenakan semua mikroalga tersebut dapat menjaga parameter kualitas air tetap baik di media kultur. Nannochloropsis sp. merupakan mikroalga yang menghasilkan densitas tertinggi yaitu 34,5 x 104ind/mL saat dikulturkan pada air limbah budidaya udang vaname. Nannochloropsis sp. juga dapat mengurangi kandungan nitrat dan fosfat masing-masing hingga 76 dan 61,37 persen.

Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://e-journal.unair.ac.id/JAFH/article/view/21345/16809

Santanumurti, M. B., Khanza, S., Abidin, Z., Putri, B., & Hudaidah, S. (2022). The Performance of Microalgae (Nannochloropsis sp., Tetraselmis sp. and Dunaliella sp.) on White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Wastewater Cultivation Media. Journal of Aquaculture and Fish Health11(1), 1-9. https://doi.org/10.20473/jafh.v11i1.21345