Disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi untuk kepuasan seksual. Diperkirakan lebih dari 300 juta pria akan mengalami DEpada tahun 2025. Penderita DE umumnya berkaitan dengan penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit pembuluh darah.
Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat berakibat pada meningkatnya peluang pasien untuk kembali sehat, diantaranya yakni mendidik pasien untuk memiliki perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti: berolahraga; menurunkan berat badan; dan berhenti merokok sebagai penanganan dini terhadap pasien Disfungsi Ereksi. Kasus yang lebih parah mungkin memerlukan intervensi farmakologis tambahan, seperti kategori obat: penghambat fosfodiesterase tipe 5 (PDE5i); terapi sulih hormon; dan penyakat reseptor alfa. Alternatif lain yang lebih invasif termasuk perangkat vakum, injeksi intracavernosa, dan supositoria intrauretra untuk pasien tidak responsif terhadap farmakoterapi oral.
Beberapa penelitian melaporkan kemanjuran pengobatan alternatif atau herbal untuk pasien Disfungsi Ereksi, salah satunya adalah Yohimbine. Yohimbine adalah ekstrak alami yang berasal dari kulit kayu spesies pohon dari Afrika Barat yang sejak kuno telah digunakan sebagai afrodisiak di Afrika. Namun pada awalnya peneliti percaya bahwa efek afrodisiak dari ekstrak adalah hanya plasebo (semu), yakni respon kondisi pasien yang membaik akibat dari obat kosong, atau karena peningkatan kongesti pembuluh darah perifer, dan bukannya peningkatan nyata dalam rangsangan seksual.
Banyak laporan yang diterbitkan menunjukkan bahwa Yohimbine dapat memberikan efek kuratif yang sangat baik pada kasus impotensi organik. Sejak itu, banyak studi diterbitkan, menambahkan lebih banyak bukti bahwa Yohimbine berpotensi untuk digunakan. Sebanyak delapan studi disertakan dalam tinjauan ini. Data menunjukkan bahwa Yohimbine, baik diberikan sendiri maupun dalam gabungan dengan senyawa obat aktif lain, meningkatkan fungsi ereksi yang lebih besar dibandingkan pemberian plasebo. Sebagai sebuah kesimpulan, Yohimbine dan kombinasinya dengan suplemen lain dapat meningkatkan fungsi ereksi pada penderita ED. Namun, tidak dapat meningkatkan fungsi seksual jika tidak dikombinasikan dengan yang perawatan lain.
Penulis: Mohammad Ayodhia Soebadi, dr., Sp.U.
Link Jurnal: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35118966/





