Universitas Airlangga Official Website

Korelasi Antara Penilaian Regurgitasi Mitral dan Ventrikel Kiri Fungsi Sistolik pada Anak dengan Demam Rematik

Foto by Halodocc

Demam rematik (RF) dan valvularnya komplikasi sering terjadi pada anak usia 5-15 tahun. Regurgitasi mitral (MR) adalah katup yang sering terjadi komplikasi dan dapat menyebabkan penurunan kiri fungsi sistolik ventrikel (LV). diameter sistolik dan negatif signifikan korelasi dengan fraksi ejeksi dan pemendekan pecahan. (Kata kunci: Demam rematik, Anak, Mitral

regurgitasi, fungsi sistolik ventrikel kiri). Untuk mengamati hubungan antara MR penilaian dan fungsi sistolik LV pada anak dengan RF.

Ekokardiografi digunakan untuk menilai katup dan jantung fungsi. Fungsi LV dapat dilihat sebagai ejeksi fraksi, fraksi pemendekan dan akhir sistolik LV diameter. Fraksi ejeksi LV adalah indeks terbaik Fungsi LV dan dapat diperkirakan dengan mengukur Volume akhir diastolik LV dan akhir sistolik LV volume dari tampilan empat ruang apikal. Itu fraksi ejeksi LV normal pada anak-anak berkisar dari 56-78%. Fraksi pemendekan adalah indeks LV fungsi sistolik yang mengukur diameter LV, dengan kisaran normal 26-45%. Sistolik akhir LV diameter merupakan gambaran dimensi jantung ruang pada akhir sistolik yang dapat diketahui melalui modalitas ekokardiografi, dengan normal kisaran 20-40 mm. Parameter untuk menilai penilaian MR adalah area jet aliran warna, diameter vena kontrak, fraksi atau luas regurgitasi dan gradien tekanan. Penatalaksanaan diberikan dengan tepat berdasarkan penilaian MR dan kondisi fungsi jantung sehingga diharapkan tidak ada katup permanen kerusakan dan gagal jantung

Sebuah studi cross-sectional retrospektif dilakukan dengan melihat data rekam medis di bagian Pediatri Bagian Akademik Umum Dr. Soetomo Hospital, Surabaya, Indonesia dari Januari 2015 sampai Maret 2019. Subjek penelitian adalah anak usia 5-18 tahun didiagnosis memiliki RF berdasarkan kriteria Jones yang direvisi 2015. Ekokardiografi dilakukan di semua mata pelajaran untuk evaluasi penilaian MR, fraksi ejeksi, fraksi pemendekan, dan fungsi sistolik LV. Pengambilan sampel total digunakan dalam penelitian ini. Ada 55 anak di Bagian Anak Dr Soetomo General Rumah Sakit Akademik, Surabaya dari Januari 2015 s/d Maret 2019 didiagnosis RF yang telah menjalani ekokardiografi. Kami mengecualikan 15 anak dengan

penyakit jantung bawaan, endokarditis, leukemia anak-anak pada kemoterapi antrasiklin dan lainnya penyakit katup jantung.

Hasil Pengolahan data menggunakan Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) program. Data diolah untuk diturunkan distribusi frekuensi kemudian dilakukan uji normalitas dengan Ada korelasi yang signifikan antara penilaian fungsi sistolik MR dan LV. Korelasi koefisien antara penilaian MR dan akhir sistolik Diameter LV positif, tetapi sebaliknya arah ke ejeksi dan fraksi pemendekan.

Sebanyak 40 anak memenuhi kriteria tersebut, yakni persentase laki-laki lebih banyak dari perempuan. Berarti usia 11,32 tahun. Dari 40 anak 37,5% memiliki MR ringan, 42,5% MR sedang, dan 20% parah PAK. Penilaian MR memiliki positif yang signifikan korelasi dengan diameter akhir sistolik LV (r = 0,63; p = 0,001), dan korelasi negatif signifikan dengan fraksi ejeksi (r= -0,62; p = 0,001) dan pemendekan fraksi (r= -0,60; p = 0,001).

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk Pada anak-anak dengan RF, penilaian MR memiliki signifikansi korelasi positif dengan diameter akhir sistolik LV dan korelasi negatif yang signifikan dengan ejeksi pecahan dan pecahan pemendekan.

Penulis: Dr. Mahrus A Rahman, dr.,SpA(K)

Link jurnal: https://sljch.sljol.info/articles/abstract/10.4038/sljch.v51i2.10126/

Judul Jurnal: CORRELATION BETWEEN ASSESSMENT OF MITRAL AND LEFT VENTRICULAR REGURGITATION SYSTOLIC FUNCTION IN CHILDREN WITH RHEUMATIC FEVER