SURABAYA-HUMAS | Pada Rabu, 9 Februari 2023 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga (FISIP UNAIR) mengadakan kuliah tamu yang bertajuk “Tatar Muslim In Estonia: Tradisional Islam”. Acara ini diselenggarakan secara hybrid melalui media zoom dan dilaksanakan secara offline di ruang Adi Sukadana Gedung FISIP UNAIR. Dengan menghadirkan narasumber Dr. Elo Siild dari Universitas Tartu.
Dalam kuliah tamu ini Elo menjelaskan bahwa Tatar muslim adalah salah satu kelompok etnik minoritas di Rusia. Sebagai minoritas Tatar muslim mengalami banyak ketertinggalan dan hambatan. Meskipun demikian, dalam perkembangannya di Estonia sudah mulai banyak adanya komunitas yang berbasis agama. Yang mana hal ini membawa dampak yang baik bagi mereka karena memberikan pelajaran terkait doa-doa dan juga merayakan bulan Ramadhan. Komunitas yang berkembang di Estonia diantaranya Tatar muslim, mualaf Estonia, dan para imigran. Adanya kelompok-kelompok ini, muslim di Estonia berkembang dan mengejar ketertinggalan.
Masalah dan hambatan yang seringkali dialami oleh umat islam di Estonia yaitu salah satunya adalah pembangunan masjid. Berbeda dengan Indonesia dimana pembanguanan masjid dapat mudah dilakukan dimana saja dan kapan saja. Salah satu contoh terjadi pada pembanguanan masjid di Estonia yang telah dirancang sejak 1990-an namun bertahun-tahun belum selesai. Hingga pada 2009, seorang pemilik gedung berlantai tiga di Ulemistel Keevis menggibahkan gedungnya untuk diolah oleh umat Islam Estonia. Jumlah umat islam (mayoritas dan minoritas) sangatlah mempengaruhi dalam perkembangan budaya pada umat islam, hal ini yang terlihat pada perbedaan budaya islam yang ada di Estonia dan Indonesia.
Acara kuliah tamu ini sukses diselengarakan karena benyaknya antusias mahasiswa yang datang dan mendengarkan paparan materi dari Elo selaku narasumber. Selain itu, kuliah tamu juga berlangsung dengan lancar dengan adanya peran aktif para mahasiswa yang bertanya kepada narasumber.
Artikel ini mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, Quality Education dan ke-16 Peace, Justice, and Strong Institution. (DAA).




