Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIB UNAIR Raih Juara 1 Kejuaraan Silat Internasional

Muhammad Daffa Hibatullah berhasil menjuarai Tanding kelas C di Pencak Silat Banten International Championship pada Kamis (12/4/2023). (Sumber: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebagai Perguruan Tinggi yang masuk dalam jajaran World Class University, Universitas Airlangga tak cukup mengukir prestasi di bidang akademik, namun juga prestasi di bidang non-akademik. Demikianlah yang dilakukan Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya UNAIR (FIB UNAIR) Muhammad Daffa Hibatullah yang berhasil menyabet gelar Juara 1 Kelas C Tanding pada Pencak Silat Banten International Championship 2023.

Kejuaraan itu berlangsung pada 18-19 Maret di Tangerang, Banten. Sebanyak 2015 atlet mengikuti kompetisi tersebut. Mereka terdiri dari berbagai usia mulai dari SMP, SMA, universitas, club, serta organisasi lokal dan internasional. Sebagai kompetisi tingkat internasional pada umumnya, tentu diikuti peserta dari berbagai negara seperti, Mesir, Timor Leste, dan Inggris.

Melalui wawancara dengan UNAIR News pada Kamis (13/4/2023) Daffa menceritakan persiapan pra kejuaraan. Setiap Senin dan Kamis malam, ia dan teman-teman lain aktif melakukan latihan rutin di dekat Student Center, Kampus MERR-C, UNAIR.

“Sebulan sebelum kejuaraan, menambah porsi latihan menjadi tiga hari dalam seminggu. Kalau di rumah, saya cuma latihan ringan dengan memakai karet ban yang diikat ke tiang dan tangan atau kaki,” ucap Daffa.

Meski begitu, Daffa mengaku menghadapi masalah yang fatal selama proses persiapan. Dimana tiga minggu sebelum kejuaraan, jari tengah di tangan kirinya bengkak karena menahan tendangan ketika latih tanding. Sejak saat itu, Daffa merasa kesulitan untuk menahan maupun membanting lawan.

Tim PSHT UNAIR ketika mengikuti Pencak Silat Banten International Championship

“Tapi anehnya, waktu tanding di kejuaraan, saya gak ngerasa sakit sama sekali, baru kerasa sakit itu sesudahnya,” tutur mahasiswa FIB UNAIR itu.

Sistematika Kejuaraan

Selain itu, Daffa menjelaskan terkait sistematika kejuaraan tersebut. Setiap peserta berkelompok dalam beberapa bagan, lalu bertanding dengan sistem eliminasi. Peserta yang kalah gugur dan peserta yang menang berhak lanjut ke babak berikutnya. Singkat cerita, Daffa berhasil sampai final sekaligus unggul poin dari atlet Pencak Silat UIN Semarang.

Daffa menambahkan, stamina dalam tanding pencak silat sangat penting sehingga untuk mengoptimalkannya, harus memerhatikan efektifitas serangan. “Jadi yang sering saya lakukan adalah menyerang jika hanya ada celah yang pasti. Dan sering melakukan bantingan yang memiliki poin tertinggi, yakni tiga poin,” tukas Daffa.

Terakhir, Daffa menuturkan keinginannya mengikuti UKM PSHT karena tidak ingin menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ (kuliah pulang kuliah pulang, Red). Selain itu, ia merasa UKM PSHT tidak hanya mengajarkan bela diri. Namun juga persaudaraan, etika, adab, dan kerohanian. Ia berpesan agar mahasiswa lain dapat bersinergi dengan aktif mengikuti dan menjuarai berbagai perlombaan, khususnya di bidang PSHT.

Ayo Rek, ojok mek dadi mahasiswa kupu-kupu. Opo maneh UKM PSHT UNAIR akeh melok kejuaraan otomatis akeh SKP ngko isok dadino awakmu wisudawan berprestasi,” ucap Daffa di akhir wawancara. (*)

Penulis: Yahya Ayash Mujahid

Editor: Binti Q Masruroh