Masalah gizi buruk pada anak merupakan permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara, dengan dampak yang merugikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Gizi buruk pada anak-anak memiliki dampak yang serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit dan kematian prematur. Masalah ini merupakan tantangan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan yang efektif untuk mengatasinya. Dalam upaya mengatasi masalah ini, pendekatan Positive Deviance (PD) muncul sebagai solusi yang menjanjikan. Artikel ini akan membahas secara singkat tentang tinjauan sistematis dan meta-analisis yang mengevaluasi efektivitas pendekatan PD dalam mengurangi masalah gizi buruk pada anak-anak usia di bawah lima tahun.
Dalam konteks ini, PD muncul sebagai suatu solusi yang menjanjikan. Pendekatan PD adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang kompleks dengan mencari solusi di dalam komunitas yang sudah ada. Pendekatan ini melibatkan pengidentifikasian individu atau keluarga yang memiliki hasil yang lebih baik atau berhasil mengatasi masalah yang sama dengan kondisi yang sulit. Pendekatan PD menekankan pada keberhasilan dan praktik-praktik positif yang sudah ada di dalam komunitas, bukan pada kelemahan atau masalah yang ada.
Pendekatan PD melibatkan pengidentifikasian individu atau keluarga yang berhasil mengatasi masalah gizi buruk meskipun berada dalam kondisi yang sulit. Pendekatan ini berfokus pada pengenalan praktik atau perilaku positif yang ada di dalam komunitas yang dapat ditiru oleh individu atau keluarga lain yang menghadapi masalah serupa. Melalui penelusuran yang cermat dan analisis meta, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan PD efektif dalam mengurangi masalah gizi buruk pada anak-anak di bawah lima tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik-praktik positif yang diidentifikasi melalui pendekatan PD dapat menghasilkan perubahan positif dalam status gizi anak-anak. Beberapa praktik yang sering ditemukan meliputi pengoptimalan pola makan, pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia, praktik pemberian makan yang responsif, serta peningkatan sanitasi dan higienitas. Dengan mengadopsi praktik-praktik ini, komunitas secara kolektif dapat mengarah pada perubahan positif dalam pola makan dan gaya hidup sehari-hari, yang pada akhirnya dapat berdampak besar pada peningkatan kesehatan gizi anak-anak.
Artikel ini memberikan bukti kuat bahwa pendekatan PD merupakan strategi yang efektif dan berpotensi dalam mengatasi masalah gizi buruk pada anak-anak di bawah lima tahun. Dalam menghadapi tantangan gizi buruk, pendekatan ini menekankan pada potensi positif yang ada dalam masyarakat, sehingga memungkinkan solusi berkelanjutan yang berasal dari dalam komunitas itu sendiri. Dengan mengidentifikasi dan mengadopsi praktik-praktik positif yang sudah ada di dalam komunitas, pendekatan PD memberikan harapan baru dalam upaya menanggulangi masalah gizi buruk dan meningkatkan kesehatan anak-anak.
Pemahaman yang lebih baik tentang keberhasilan pendekatan PD dan praktik-praktik yang berhasil diidentifikasi melalui pendekatan ini dapat membantu para pemangku kepentingan, termasuk petugas kesehatan dan komunitas, untuk bekerja sama dalam menerapkan strategi yang efektif dalam mengurangi masalah gizi buruk pada anak-anak. Dengan demikian, pendekatan PD menawarkan harapan baru dalam upaya global untuk mencapai kesehatan gizi yang optimal bagi anak-anak di seluruh dunia.
Dalam rangka meningkatkan efektivitas pendekatan PD, diperlukan kolaborasi yang erat antara pemangku kepentingan, termasuk keluarga, komunitas, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah. Pemangku kepentingan tersebut dapat bekerja sama dalam identifikasi praktik-praktik positif yang ada dalam masyarakat dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan serta pengadopsian praktik-praktik tersebut.
Dengan implementasi pendekatan PD, diharapkan dapat terwujud perubahan yang signifikan dalam upaya menanggulangi masalah gizi buruk pada anak. Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat memberikan dampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, serta mendorong terciptanya komunitas yang lebih berdaya dan mandiri dalam mengatasi tantangan gizi buruk.
Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil-hasil penelitian ini bersifat agregat dan dapat bervariasi tergantung pada konteks dan karakteristik populasi yang diteliti. Oleh karena itu, implementasi pendekatan PD perlu disesuaikan dengan kondisi setempat dan melibatkan pemangku kepentingan yang relevan, seperti petugas kesehatan, keluarga, dan komunitas, untuk memastikan keberhasilan dan efektivitasnya.
Penulis: Trias Mahmudiono, S.KM, MPH(Nutr.), GCAS, Ph.D
Artikel dapat diakses pada: Triatmaja, N. T., Mahmudiono, T., Mamun, A. Al, & Abdullah, N. A. (2023). Effectiveness of Positive DevianceApproach to Reduce Malnutrition among under Five Children: A Systematic Review and Meta-Analysis of Interventional Studies. Nutrients 2023, Vol. 15, Page 1961, 15(8), 1961. https://doi.org/10.3390/NU15081961





