Universitas Airlangga Official Website

Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Nasofaring di Indonesia

Foto Siloam Hospitals

Kanker Nasofaring (KNF) selalu menjadi salah satu beban global. Pada tahun 2019, kejadian KNF mencapai 176.500 jumlah kasus secara global. Indonesia menjadi negara dengan angka kematian tertinggi ketiga akibat kanker nasofaring, mencapai 3.220 kematian pada tahun 2019 saja. Banyak faktor sosioekonomi dan demografis yang berkontribusi terhadap tingginya insiden KNF, mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga ras. Faktor risiko ini, bagaimanapun, berbeda antara populasi dan negara. Menjadi negara yang heterogen itu sendiri, Indonesia memiliki beragam etnis, budaya, dan hidangan.

Akibatnya, faktor risiko KNF di kalangan masyarakat Indonesia menjadi beragam dan tidak bisa disamaratakan dengan negara lain. Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap faktor-faktor risiko tersebut secara mandiri. Karena tidak ada satu negara pun yang tidak terpengaruh oleh globalisasi, masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan pola makan, secara bertahap beralih dari mengonsumsi barang-barang lokal yang alami ke makanan yang diawetkan secara kimia, seperti makanan instan dan ikan asin di piring mereka.

Faktor risiko KNF di Indonesia. Dari empat penelitian, ada tiga insiden KNF yang dilaporkan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Analisis gabungan mengungkapkan bahwa jenis kelamin bukanlah faktor risiko yang signifikan dari KNF pada populasi Indonesia. Namun, tingkat heterogenitas yang tinggi diamati. Analisis status merokok mencakup tiga studi untuk meta-analisis. Keseluruhan analisis yang dikumpulkan mengungkapkan bahwa merokok meningkatkan kemungkinan KNF, meskipun tidak ada statistik yang muncul sebagai faktor risiko KNF. Namun, itu tidak signifikan secara statistik. Model random effect digunakan karena hasilnya menunjukkan tingkat heterogenitas yang tinggi.

Kebiasaan merokok diidentifikasi sebagai faktor risiko perkembangan KNF di berbagai daerah. Studi kami mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko KNF. Namun, hasilnya tidak signifikan secara statistik. Berbeda dengan meta-analisis, penelitian tersebut menunjukkan risiko kebiasaan merokok yang serupa namun signifikan di antara orang-orang dari Asia. Studi sebelumnya di beberapa daerah menunjukkan hubungan konsumsi tembakau yang signifikan, termasuk di Indonesia, meskipun ada beberapa yang tidak signifikan. Mengingat populasi yang lebih besar dalam keragaman genetik akan memberikan hasil yang lebih representatif, namun studi yang terbatas dan heterogenitas yang tinggi dapat menjelaskan perbedaan dalam analisis gabungan saat ini.

Gaya hidup telah dikaitkan dengan perkembangan KNF, terutama di negara-negara maritim seperti Indonesia yang komoditas ikannya melimpah. Studi di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin meningkatkan risiko KNF secara signifikan. Temuan ini berkorelasi dengan nitrosamine, yang dapat menyebabkan karsinogenesis seperti yang telah dibahas sebelumnya. Gaya hidup lain yang diidentifikasi sebagai faktor risiko adalah konsumsi alkohol. Studi di berbagai daerah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan secara signifikan meningkatkan risiko terkena KNF. Kami mengakui beberapa keterbatasan dalam penelitian kami. Pertama, karena jumlah penelitian yang sedikit, kami tidak dapat memberikan estimasi efek gabungan dari konsumsi alkohol dan ikan asin terhadap risiko KNF. Kedua, ada terdapat tingkat heterogenitas yang tinggi dalam hal jenis kelamin dan risiko kebiasaan merokok, sehingga model efek acak telah digunakan untuk meminimalkan efek variabilitas.

Kesimpulannya, kejadian KNF tidak terkait dengan jenis kelamin perempuan maupun kebiasaan merokok. Akan tetapi, risikonya KNF lebih tinggi bagi mereka yang mengonsumsi ikan asin dan memiliki beberapa kerentanan alel HLA. Penelitian lebih lanjut dalam penelitian yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Penulis: Achmad Chusnu Romdhoni, Purwo Sri Rejeki, How Ran Guo, Clonia Milla, Rezy Ramawan Melbiarta, Visuddho Visuddho, David Nugraha

Link: https://journal.waocp.org/article_90576.html

Judul: Risk Factors Associated with Nasopharyngeal Cancer Incidences in Indonesia: A Systematic Review and Meta-Analysis