UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) kembali menggelar kajian rutinan dalam memperingati Maulid Nabi SAW 1445 H. Acara berlangsung di Aula Utama Masjid Nuruzzaman Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga pada Kamis (28/09/2023). Kajian rutinan spesial memperingati maulid nabi kali ini bertemakan Sudah Pantaskah Kita Bertemu Rasulullah SAW? Habib Ubaidillah bin Idrus Al-Habsyi sebagai pengisi.
Lewat kajian rutinan ini, harapannya mahasiswa muslim UNAIR dapat menilik kembali kisah Rasulullah dalam memperjuangkan Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin. Menjadi pengingat untuk dapat menjadikan contoh dari setiap bagian hidup nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Membalas Segalanya dengan Kebaikan
Gelar Al-Amin yang rasul dapat membuatnya menjadi orang paling mendapat kepercayaan di kotanya. Bukan hanya oleh pengikutnya, tetapi juga oleh kamu kafir quraisy yang merupakan musuhnya. Bahkan saat terjadi suatu peperangan, kaum kafir Quraisy menitipkan barang-barangnya kepada Rasulullah yang pada saat itu merupakan musuhnya. Tapi walaupun begitu, gelar Al-Amin yang ada pada diri Rasulullah tidak pernah tidak dianggap sekalipun oleh musuhnya.

Berkali-kali cacian dan makian yang rasul terima saat mendakwahkan agama. Namun, sifat rohmah kepada seluruh umat tidak pernah luntur. Bahkan suatu hari, nabi datang ke Thaif untuk berdakwah. Alih-alih pesan dan nasihatnya didengar, Rasulullah SAW malah mendapatkan lemparan batu hingga melukai wajahnya.
Jibril menawarkan kepada nabi untuk menghantamkan kedua gunung kepada Kaum Thaif tersebut. Namun tawaran tersebut nabi tolak dan lebih memilih mendoakan mereka supaya mendapat hidayah dari Allah. Sebab, sesungguhnya mereka hanya tidak mengetahui. Betapa indahnya sifat rohmah rasulullah kepada kaumnya.
Mengenal Nabi Muhammad SAW
Menilik kembali kisah perjalanan nabi dalam memperjuangkan agama Islam merupakan hal yang harus dilakukan untuk menumbuhkan cinta dan sholawat yang terus menerus mengalir kepada salah satu utusan Allah tersebut. Saat ada keburukan yang terus dilontarkan, nabi tidak pernah membalas keburukan tersebut dengan keburukan. Justru membalasnya dengan kebaikan.

“Maka apabila di zaman sekarang ini ada orang-orang yang menghina nabi, sebagai umat yang mengenalnya katakan bahwa sesungguhnya mereka hanya belum mengenal nabi. Apabila mereka sudah mengenal nabi, niscaya mereka akan cinta. Jangan membalas keburukan dengan keburukan karena nabi pun tidak melakukannya,” ujar Habib Ubaidillah.
Habib Ubaidillah kembali menuturkan bahwa barang siapa taat kepada Allah dan Rasulnya, maka dia akan berkumpul dengan orang-orang yang sholih di akhir kelak. Sebagai umatnya, sudah sepantasnya kita dapat melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. “Jadikan diri kita diri yang pantas untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. (*)
Penulis : Maryam Fauziah
Editor : Binti Q Masruroh





