Vaksinasi adalah prosedur untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh dilakukan untuk memicu sistem imun tubuh untuk perlindungan dari suatu penyakit. Vaksin sendiri mengandung mikroorganisme atau virus dalam keadaan lemah, hidup atau mati, atau mengandung protein atau toksin dari organisme. Dalam merangsang kekebalan adaptif tubuh, vaksin membantu mencegah tubuh menjadi sakit akibat penyakit infeksi. Ketika sebagian besar populasi telah divaksinasi hingga mencapai persentase tertentu, kekebalan kelompok akan tercapai. Kekebalan kelompok melindungi mereka yang mungkin mengalami gangguan sistem imun dan tidak bisa divaksinasi.
Tujuan vaksinasi COVID-19 adakah untuk memberi antigen tubuh, sehingga dapat merangsang terbentuknya imunitas atau antibodi pada tubuh. Dengan begitu, kekebalan tubuh bisa terbentuk, dan risiko yang dapat ditimbulkan akibat virus corona dapat diminimalkan secara optimal. Risiko komplikasi, bahkan kematian pun dapat dicegah. Manfaat pemberian vaksin COVID-19 adalah untuk melindungi tubuh dari infeksi atau penularan virus corona. Selain itu juga untuk mencegah gejala yang parah jika terinfeksi. Dengan adanya vaksin, tubuh akan mengenali dan mempelajari bagaimana cara bertahan melawan virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19.
Upaya penanggulangan Covid 19 dilakukan secara masif dengan beberapa strategi, salah satunya vaksinasi. Vaksinasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah penyakit menular berbahaya. Vaksin menjadi harapan besar sebagai salah satu senjata utama dalam pengendalian Covid 19
Vaksinasi Covid 19 bertujuan untuk mengurangi penularan Covid 19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid 19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid 19. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah.8 Indonesia telah melaksanakan program vaksinasi Covid 19 secara nasional sejak Januari 2021 yang bertujuan untuk menciptakan kondisi kekebalan komunitas.
WHO telah merekomendasikan jenis vaksin yang telah dievaluasi dan aman digunakan, antara lain vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Jessen, Sinopharm, dan Sinovac. Jenis vaksin dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu vaksin DNA, vaksin RNA, vaksin vektor virus yang tidak bereplikasi, vaksin inaktif, vaksin hidup yang dilemahkan, dan subunit vaksin. Vaksin Sinovac (CoronaVac) merupakan salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia menurut dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/Menkes/4638/2021.
Vaksin Sinovac adalah vaksin untuk melindungi diri dari virus SARS-CoV-2 atau COVID-19. Vaksin Sinovac yang dikenal juga dengan nama CoronaVac sudah mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. CoronaVac mengandung virus SARS-CoV-2 yang sudah tidak aktif. Penyuntikan vaksin Sinovac akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif ini dan memproduksi antibodi yang dapat melawannya. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh sudah siap ketika terjadi infeksi COVID-19.
Vaksin Sinovac dapat digunakan sebagai vaksin primer, yaitu vaksin dosis 1 dan 2. Jika menggunakan vaksin Sinovac sebagai vaksin primer, dapat menggunakan vaksin Astra Zeneca, Pfizer, atau Moderna sebagai vaksin booster. Vaksin Sinovac telah mendapat izin penggunaan dalam kondisi darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Meskipun vaksinasi dapat mencegah penularan Covid 19, tetapi masih ada kemungkinan tertular setelah vaksinasi. Selain itu, efektivitas vaksin Sinovac juga semakin menurun seiring berjalannya waktu.
Penulis: Prof. Dr. Nyilo Purnami, dr. Sp.THT-KL(K).FICS
Jurnal: COVID-19 among Indonesian ENT specialist and resident after second dose of Sinovac vaccination





