Universitas Airlangga Official Website

Kondiloma Akuminata pada Kehamilan yang Tumpang Tindih dengan Vaginosis Bakterialis

Kondiloma akuminata, yang disebabkan oleh infeksi HPV, umumnya ditemukan pada kutil kelamin, dan dapat dikaitkan dengan vaginosis bakterialis (BV) pada wanita hamil. Kehamilan menurunkan kekebalan yang diperantarai oleh sel, sehingga membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi HPV dan infeksi vagina seperti BV. BV selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi serius, termasuk ketuban pecah dini.

Wanita hamil dengan riwayat kondiloma akuminatum atau BV harus dipantau secara ketat dan segera diobati untuk mencegah komplikasi. Pilihan pengobatan untuk kondiloma akuminata pada wanita hamil meliputi asam trikloroasetat (TCA) dan elektrokauter, sedangkan metronidazol digunakan untuk BV. Wanita hamil dengan kondiloma akuminata memiliki peluang lebih tinggi untuk penularan vertikal dari ibu ke anak, menyoroti pentingnya pengobatan untuk mengurangi risiko penularan.

Kehamilan menurunkan kekebalan yang diperantarai oleh sel, yang dapat menurunkan toleransi kekebalan dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV pada wanita hamil. Berkurangnya kekebalan tubuh selama kehamilan, perubahan kadar hormon (peningkatan kadar progesteron), dan peningkatan aliran darah ke serviks dapat berkontribusi pada pertumbuhan kondiloma akuminatum yang lebih cepat pada wanita hamil. Tingginya kadar estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan ukuran kutil yang disebabkan oleh infeksi HPV.

Kehamilan menurunkan kekebalan yang diperantarai oleh sel, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV. Infeksi HPV selama kehamilan dapat menyebabkan perkembangan kondiloma akuminata, yang umumnya dikenal sebagai kutil kelamin. Wanita hamil dengan infeksi HPV memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi seperti kelahiran prematur, ketuban pecah dini, berat badan lahir rendah, dan kematian janin dalam kandungan.

Penanganan infeksi HPV selama kehamilan melibatkan pertimbangan keamanan terapi yang tersedia bagi ibu dan anak, serta risiko penularan vertikal ke janin dan bayi baru lahir. Wanita hamil dengan riwayat kondiloma akuminata atau infeksi HPV harus dipantau secara ketat dan diobati dengan segera untuk mencegah komplikasi.

Penulis: Septiana Widyantari,dr SpDVE

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/50596