Universitas Airlangga Official Website

Panjang Penis pada Anak-Anak Prepubertas di Surabaya

Pengenalan dini kelainan ukuran falus sangat penting untuk mengidentifikasi kelainan endokrin dan genetik yang mendasarinya. Para orang tua mengkhawatirkan panjang penis putra mereka, terutama anak laki-laki yang mengalami obesitas dan bertubuh pendek. Deteksi dini sistem reproduksi baik pada anak lai-laki maupun perempuan sangat penting.

Dari latar belakang di atas maka Okta Margarita Susiana dibawah bimbingan Dr. Reny I’tishom, M.Si., Dr. Tri Hartini Yuliawati, dr.,M.Si dan Prof. Dr. Bambang Purwanto, dr.,M.Kes dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga   melakukan penelitian terkait sistem reproduksi anak laki-laki yaitu ukuran panjang penis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor panjang penis pada anak laki-laki prapubertas usia 9-11 tahun di Surabaya.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2021. Seratus empat puluh delapan subjek berusia 9-11 tahun tanpa masalah penis dilibatkan dalam penelitian ini. Parameter penis dan status antropometri dicatat. Data dianalisis dengan rumus Spearman Rho untuk mengkorelasikan antar variabel yang diteliti.

Pada penelitian ini didapatkan rerata panjang penis dan lingkar penis masing-masing adalah 6,3 ± 1,4 cm dan 5,2 ± 1,0 cm. Kami menemukan dua anak laki-laki dengan mikropenis (1,35%) dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) normal dan kelebihan berat badan. Panjang penis berkorelasi positif dengan tinggi badan tetapi tidak dengan IMT.

Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu panjang penis dipengaruhi secara signifikan oleh androgen dan hormon pertumbuhan. Anak dengan BMI abnormal cenderung memiliki ukuran penis lebih kecil, hal ini berhubungan dengan peningkatan aromatisasi androgen.

Pemulis: Okta Margarita Susiana, Tri Hartini Yuliawati, Bambang Purwanto, Reny I’tishom

Link Artikel : https://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/amj/article/view/3094