Universitas Airlangga Official Website

Potensi Ekstrak Daun Kembang Sepatu Hibiscus Rosa-Sinensis Linn dalam Pengembangan Obat Penghenti Perdarahan

Perdarahan yang terjadi dalam suatu perlukaan atau yang timbuk pada proses pembedahan harus terkontrol untuk dapat tercapai prose penyembuhan yang normal. Pada suatu proses perdarahan yang memanjang atau berlebihan harus dilakukan kontrol perdarahan agar tidak menggangu proses penyembuhan selanjutnya. Proses penghentian perdarahan disebut dengan proses hemostasis terjadi melalui 2 tahap yaitu proses penghentian perdarahan yang disebut dengan hemostasis primer dan proses pembekuan darah yang disebut dengan hemostasis sekunder.

Pada heomostasis primer terdapat peran pembuluh darah dan keping darah yang disebut trombosit. Hemostasis sekunder terjadi melalui peran faktor-faktor pembekuan darah. Beberapa proses penting seperti pengkerutan pembuluh darah sehingga menaktivasi keping darah membentuk bekuan darah yang stabil melalui pembentukan fibrin. Prosedur untuk mengatasi perdarahan terdiri dari prosedur lokal dengan memberikan bahan yang bekerja pada keping darah, dan atau penggunaan obat sistemik baik yang diminum maupun melalui suntikan untuk membantu proses pembekuan darah.

Beberapa bahan penghenti perdarahan yang disebut dengan agen hemostatik topikal dalam bentuk jel, spons, dan lain-lain bekerja secara aktif atau pasif. Masing-masing bahan mempunyai kelebihan dan kekurangan sehingga ada potensi untuk mengemangkan bahan obat yang baru termasuk dari bahan herbal.

Manusia sudah menggunakan bahan herbal sejak masa lampau karena ketersediaan yang tidak terbatas sehingga terdapat potensi pengembangan obat yang aman, optimal, ekonomis dan terjangkau. Sa;ah satu bahan herbal yang dikembangkan adalah ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn) yang mempunyai kandungan bahan akti seperti tanin, saponin, flavonoid, terpenoid, dan flavonoid yang mempunyai efek seperti antibiotik, antijamur, ani radang, antioksidan, anti koagulan, antidiabetik. Pada beberapa penelitian juga menunjukkan potensi hemostatik untuk menghentikan perdarahan.

Berdasarkan hal tersebut kami melakukan penelitian pada hewan coba tikus untuk membuktikan potensi ekstrak daun kembang sepatu pada pembekuan darah pada luka bekas pencabutan gigi. Ekstrak daun kembang sepatu didapatkan melalui proses ekstraksi menggunakan etanol 70%. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok penelitian dan dibuat luka pencabutan gigi, kemudian diberikan gel ekstrak daun kembang sepatu 10%, 20%, 40% sesuai masing-masing kelompok penelitian, dan pada kelompok kontrol diberikan gel CMC-Na kemudian dihitung jumlah trombosit dan kepadatan fibrin yang diperiksa melalui pemeriksaan histopatologi dibawah mikroskop cahaya.

Pada penelitian ini digunakan bentuk sediaan gel, untuk menghilangkan bias karena penggunaan gel digunakan kelompok kontrol yaitu dengan menggunakan gel CMC-Na. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah trombosit dan kepadatan fibrin yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan gel ekstrak ekstrak daun kembang sepatu 40%. Kelompok kontrol dengan perlakukan gel CMC-Na dan kelompok tanpa perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan.

Hasil yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan gel ekstrak ekstrak daun kembang sepatu 40%  ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan fitokima pada daun kembang sepatu seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Kandungan tanin pada ekstrak daun kembang sepatu mengikat dan menyebabkan presipitasi protein sehingga di dalam rongga mulut menyebabkan presipitasi protein air liur menjadi lebih lengket, meningkatkan interaksi protein saliva dan membran mukosa sehingga mengurangi lubrikasi dan meingkatkan luas permukaan kontak jaringan yang membantu pembekuan darah.

Tanin juga menyebabkan presipitasi albumin dalam darah sehingga meninduksi sintesis tromboksan A2 yang meningkatkan agregari trombosit yang penting dalam proses penghentian perdarahan. Tanin juga bersifat sebagai vasokontriktor yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang juga akan menginduksi perlekatan trombosit pada luka. Setelah aktivasi trombosit akan terjadi proses pembekuan darah. Bekuan darah yang stabil akan tercapai bila terbentuk serabut-serabut fibrin.

Pada penelitian ini juga didapatkan peningkatan kepadatan serabut fibrin, dimana didapatkan paling tinggi pada konsentrasi 40%. Peningkatan serabut fibrin tersebut juga kemungkinan disebabkan oleh peringkatan aktivitas trombosit yang menghasilkan faktor-faktor pertumbuhan dan juga mengakitfkan faktor pembekuan darah. Sediaan gel pada penelitian ini tidak mempengaruhi peningkatan jumlah trombosit dan kepadatan fibrin terbukti dari hasil yang tidak signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok tanpa perlakuan sehingga tidak terdapat bias karena kontak trombosit dengan benda asing yang menginduksi aktivasi trombosit.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kembang sepatu mempunyai efek hemostasis topikal sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk pengembangan obat herbal dan dapat digunakan secara klinis untuk obat hemostatik topikal pada penatalaksaan kasus perdarahan.

Penulis: Dr. Ni Putu Mira Sumarta, drg., Sp.BM.

Informasi leebih lanjut dapat diakses: https://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2023/09/23-D23_2804_Ni_Putu_Mira_Sumarta_Indonesia.pdf