Universitas Airlangga Official Website

Strategi Berharga Memperbaiki Literasi Kesehatan Remaja: Modul COVID-19 pada SMA di Indonesia

Memasuki tahun kedua pandemi COVID-19, Indonesia menghadapi lonjakan kasus gelombang kedua pada kisaran Juni hingga Agustus 2021, yang nyaris melumpuhkan sistem layanan kesehatan nasional. Pemerintah segera mengambil langkah pengetatan mobilitas warga dengan mengumumkan pemberlakuan program pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kunci pengendalian kasus ada pada keberhasilan penerapan PPKM dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol Kesehatan (prokes). Problematika multidimensi yang mucul akibat dampak pandemi, diperberat dengan misinfodemi yang menyebar dengan cepat dan masif melalui kanal teknologi informasi digital. Misinformasi dan disinformasi menjadi kendala besar yang melemahkan pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat dalam upaya pengendalian pandemi.

Literasi kesehatan merupakan komponen penting untuk menangkal infodemi dan mendasari sikap dan perilaku masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dan mematuhi prokes dalam rangka mengendalikan COVID-19. Literasi kesehatan didefiniskan sebagai pengetahuan, motivasi, dan kompetensi seseorang untuk mengakses, memahami, menilai, dan menerapkan informasi kesehatan.

Sekolah seyogyanya menjadi tempat potensial dalam memberikan pendidikan kesehatan, yang diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan. Saat pembelajaran online, beberapa SMA di Indonesia memberikan modul COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modul COVID-19 terhadap literasi kesehatan, sikap dan perilaku siswa terhadap kebijakan PPKM dan prokes, serta penerimaan vaksin.

Pada penelitian ini, 432 siswa SMA di Surabaya dan Sidorajo direkrut dan partisipasi mereka sebagai responden adalah dengan sukarela dan atas ijin yang diberikan kepala sekolah. Siswa diminta mengisi kuesioner yang dibagikan melalui platform online. Literasi Kesehatan dinilai melalui instrumen psikometrik yaitu Health Literacy Measure for Adolescents (HELMA).

Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan modul COVID-19 di sekolah dan bahwa modul tersebut berhubungan dengan skor literasi kesehatan yang lebih tinggi dan sikap yang lebih mendukung kebijakan pemerintah dalam mengendalikan pandemi. Secara khusus modul COVID-19 memprediksi domain literasi kesehatan yakni kompetensi yang memadai dalam menggunakan informasi Kesehatan serta penerimaan yang lebih baik terhadap kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi.

Penelitian ini memberikan justifikasi terhadap pentingnya upaya meningkatkan literasi Kesehatan siswa SMA melalui modul pembelajaran, tidak hanya dalam konteksi pandemi COVID-19, namun juga ranah problematika kesehatan lainnya. Perlu dipahami bahwa upaya ini krusial, mengingat sekolah adalah tempat ideal untuk menyiapkan remaja menuju masa dewasa dan siap berpartisipasi dalam masyarakat dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk kesehatan, baik dalam pemeliharaan kesehatan individu, maupun sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Penulis: Nurina Hasanatuludhhiyah dr., M.Si

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Hasanatuludhhiyah N, Visuddho V, Purba AKR, d’ Arqom A, Marchianti ACN. An Important Strategy to Improve Adolescent Health Literacy: COVID-19 Modules in High School in Indonesia. J Prev Med Public Health. 2023;56(6):523-532.