Lumajang merupakan salah satu sentra kambing perah di Jawa Timur. Artikel ini menyampaikan hasil survei epidemiologi mastitis subklinis terhadap susu dari 224 ekor kambing perah di Lumajang. Desain penelitian adalah studi cross-sectional dengan pengambilan sampel acak sederhana. Sampel susu berasal dari 19 peternakan. Deteksi mastitis subklinis menggunakan uji tidak langsung dengan California MastitisTest (CMT). Identifikasi faktor manajemen dan karakteristik yang dapat mempengaruhi mastitis subklinis pada peternakan kambing perah menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi mastitis subklinis di Kabupaten Lumajang sebesar 36,2%. Terdapat perbedaan bermakna kejadian mastitis subklinis di tiap desa (p<0,05). Prevalensi mastitis subklinis tertinggi terdapat di Desa Kandangtepus. Faktor karakteristik petani yang berpengaruh nyata terhadap mastitis subklinis adalah pengalaman petani. Aspek pengelolaan ternak yang berpengaruh signifikan terhadap mastitis subklinis adalah manajemen kerja terstruktur. Diperlukan usaha pencegahan melalui edukasi kepada peternak untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan sosialisasi untuk meningkatkan pengelolaan ternak agar mastitis bisa dikendalikan.
Artikel ini telah terpublikasi di Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 33(3): 372-380 dengan judul: Epidemiological Studies of Subclinical Mastitis in Dairy Goats in Lumajang Regency, East Java, Indonesia. DOI: 10.21776/ub.jiip.2023.033.03.07
Artikel lengkap dapat diunduh di : https://jiip.ub.ac.id/index.php/jiip/article/view/2808/673





