Dalam penelitian ini, penulis membahas hubungan antara CEO yang sibuk dengan biaya audit di Indonesia. Penulis berpendapat bahwa CEO yang sibuk berkaitan dengan biaya audit yang lebih tinggi karena auditor memerlukan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk mengevaluasi dan memahami keterlibatan direktur dalam operasional perusahaan.
Penelitian ini menggunakan data dari perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2010-2018 dan menemukan bahwa CEO yang sibuk memang berkaitan dengan peningkatan biaya audit. Penulis juga menemukan bahwa dewan pengawas, melalui mekanisme komisaris independen dan komite manajemen risiko, di perusahaan dengan CEO yang sibuk tidak dapat memperkuat proses pemantauan yang efektif untuk perusahaan di Indonesia.
Selain itu, hasil uji tambahan menunjukkan bahwa masa jabatan CEO yang lama melemahkan hubungan antara CEO yang sibuk dan biaya audit. Penulis menyimpulkan bahwa penelitian mereka memberikan beberapa kontribusi pada literatur. Pertama, penelitian ini memperkaya penelitian bisnis yang ada dengan menyediakan bukti empiris yang menunjukkan bahwa CEO yang sibuk mampu mengelola efektivitas operasional bisnis mereka, yang menyebabkan peningkatan signifikan dalam biaya audit.
Selain itu, penelitian mereka memberikan kontribusi pada literatur yang menguji hubungan antara karakteristik direktur dan biaya audit di negara-negara yang telah mengadopsi sistem satu tingkat (Cai dan Li, 2022; Chao, 2022; Fernández-Méndez dan Pathan, 2022). Secara khusus, penelitian mereka memberikan wawasan baru dengan menyelidiki dampak direktur yang sibuk pada biaya audit dalam sistem dua tingkat. Studi mereka lebih lanjut mengonfirmasi peran karakteristik direktur dalam menentukan biaya audit dan memperluas pemahaman kita tentang hubungan ini dalam pengaturan negara dengan sistem dua tingkat.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara aktivitas CEO dan biaya audit. Metode OLS menunjukkan peningkatan signifikan dalam biaya audit yang dibayarkan dari 1.037 observasi data di Bursa Efek Indonesia (IDX) dari tahun 2010 hingga 2018. Selanjutnya, penelitian ini terbukti kokoh melalui beberapa analisis yang dilakukan untuk mengatasi masalah endogenitas menggunakan PSM dan regresi dua tahap Heckman.
Hasil analisis ini konsisten dengan hipotesis utama yang diajukan dalam penelitian ini. Analisis tambahan menunjukkan bahwa masa jabatan CEO secara signifikan memoderasi hubungan negatif antara CEO yang sibuk dan biaya audit. Sementara itu, persentase komisaris independen dan keberadaan komite manajemen risiko di perusahaan dengan CEO yang sibuk tidak membantu perusahaan mengurangi risiko, sehingga dampak pada biaya audit tetap tinggi.
Penulis : Iman Harymawan, Fiona Vista Putri, Melinda Cahyaning Ratri, Mohammad Nasih
Jurnal: Busy CEOs and audit fees: evidence from Indonesia





