Universitas Airlangga Official Website

Inisiatif dan Keberlanjutan Perbankan Ramah Lingkungan

Peningkatan cuaca ekstrem telah memicu kekhawatiran terhadap risiko iklim. Dalam menyadari pentingnya hal ini, industri perbankan diharapkan mendorong praktik yang ramah lingkungan untuk menjembatani pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Perubahan iklim, yang disebabkan oleh konsentrasi gas rumah kaca yang semakin tinggi, menekankan perlunya mengurangi emisi demi mencapai keberlanjutan. Prinsip keberlanjutan, yang bersifat normatif, memandu interaksi manusia dengan lingkungan dan menekankan akuntabilitas terhadap generasi mendatang. Pengaruh besar sektor perbankan menempatkannya sebagai pemain kunci dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan.

Industri perbankan, meskipun sering dianggap ramah lingkungan, mengalami peningkatan jejak karbon karena penggunaan energi yang tinggi dan konstruksi yang tidak efisien. Bank dapat meningkatkan keberlanjutan dengan mengadopsi teknologi, produk, dan strategi yang ramah lingkungan. Menyadari peran ekonomi mereka yang sangat penting, bank perlu memprioritaskan perlindungan lingkungan untuk keberlanjutan bank dan pemangku kepentingannya. Merangkul perbankan berkelanjutan, sebagaimana didefinisikan oleh UNEP-FI, melibatkan pertimbangan dampak kegiatan operasional terhadap generasi saat ini dan masa depan.

Perbankan ramah lingkungan, seperti layanan online dan hipotek ramah lingkungan, kini semakin populer secara global. Studi ini mengeksplorasi evolusi perbankan ramah lingkungan di Bangladesh dan India, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap perekonomian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk memahami pentingnya perbankan hijau, implementasinya, praktik terkait, dan bagaimana hal tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 dan 13. Analisis komparatif mencakup berbagai aspek, memanfaatkan data sekunder dari lembaga keuangan terkemuka dan relevan. organisasi.

Membandingkan sektor perbankan di Bangladesh dan India memiliki signifikansi yang besar untuk lanskap ekonomi, sosial, dan lingkungan di Asia Selatan. Inisiatif perbankan ramah lingkungan di kedua negara ini sangat penting dalam upaya menyeimbangkan konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi. Penelitian ini menggali efektivitas perbankan ramah lingkungan dalam mengurangi dampak lingkungan dan mengumpulkan dana untuk proyek-proyek yang mendukung lingkungan. Implikasi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan mitigasi dampak lingkungan di negara-negara berkembang masih belum terlalu jelas. Inisiatif keuangan berkelanjutan dapat berperan dalam mencapai tujuan lingkungan. Tujuan studi ini adalah memberikan wawasan tentang kebijakan di Asia Selatan, mendukung percepatan pencapaian SDGs, dan melindungi lingkungan.

Di Bangladesh, penelitian menunjukkan bahwa peraturan dan regulator keuangan memainkan peran penting dalam mendorong kelestarian lingkungan di sektor keuangan. Meskipun bank-bank komersial berhasil menerapkan kebijakan pembiayaan ramah lingkungan, bank-bank milik negara kurang berminat. Kerangka kerja baru yang selaras dengan SDGs diperlukan untuk praktik ramah lingkungan yang efektif. Bank syariah di Bangladesh berkontribusi signifikan terhadap perbankan ramah lingkungan melalui penghematan biaya, pelestarian sumber daya, dan komitmen perlindungan lingkungan. Mewajibkan layanan perbankan ramah lingkungan bagi bank-bank terjadwal dianjurkan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Di India, penelitian telah mengamati bagaimana perbankan ramah lingkungan mempengaruhi kinerja bank. Strategi seperti penggunaan produk ramah lingkungan dan meningkatkan inisiatif CSR, menemukan hubungan dengan citra merek dan kepercayaan. Kemudian, praktik perbankan ramah lingkungan berdampak signifikan terhadap kinerja organisasi, penerimaan layanan perbankan ramah lingkungan di berbagai kelompok umur, menekankan perlunya promosi strategis dan meningkatkan kesadaran nasabah. Kumar dkk. (2022) mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi penerapan praktik perbankan ramah lingkungan, menyoroti potensi perluasan keuangan ramah lingkungan di India dan Bangladesh.

Di kawasan ASEAN, pemerintah secara aktif menjalankan inisiatif ramah lingkungan. Singapura adalah pemimpin pasar keuangan ramah lingkungan, yang melaksanakan proyek-proyek seperti ESG Impact Hub dan Climate Data Catalogue. Malaysia memperluas Skema Hibah Sukuk dan Obligasi SRI, Thailand mengeluarkan pedoman keberlanjutan, dan Indonesia memperkenalkan pajak karbon. Filipina menerapkan peraturan mengenai investasi berkelanjutan, dan Vietnam memprioritaskan obligasi ramah lingkungan (green bonds) untuk proyek-proyek air. Malaysia dan Thailand memiliki pasar obligasi ramah lingkungan yang kuat, dengan TMB Bank yang menerbitkan obligasi ramah lingkungan pertama di Thailand pada tahun 2018. Indonesia memiliki beragam inisiatif keuangan ramah lingkungan, termasuk obligasi keberlanjutan dan rencana mekanisme perdagangan karbon.

Studi ini menyarankan agar pemerintah melaksanakan program kesadaran untuk memberikan pemahaman kepada dunia usaha dan bank tentang manfaat perbankan ramah lingkungan. Inisiatif-inisiatif ini dapat mendorong bank untuk menawarkan produk dan layanan ramah lingkungan, sehingga menarik nasabah untuk memilih opsi yang berkelanjutan. Khususnya di negara-negara berkembang, fokus harus diberikan pada energi bersih dan terjangkau, mendorong kelestarian lingkungan, dan penggunaan sumber daya yang efisien.

Program perbankan khusus yang mendukung energi bersih dan terjangkau di negara-negara berkembang seharusnya dibentuk. Program ini dapat mengalokasikan sumber daya keuangan untuk proyek-proyek mitigasi iklim, seperti penanaman pohon, energi surya, dan proyek-proyek terbarukan. Pendekatan ini dapat membantu Bangladesh dan India mencapai kemajuan signifikan dalam mencapai SDGs. Studi perbandingan ini memberikan wawasan berharga mengenai inisiatif dan praktik perbankan ramah lingkungan di dua negara besar di Asia Selatan, serta memberikan implikasi penting bagi para akademisi dan bankir. Temuan-temuan ini berkontribusi pada landasan peningkatan tanggung jawab perusahaan dan kesadaran yang lebih luas mengenai keberlanjutan dalam sektor perbankan.​

Penulis: Miguel Angel Esquivias

Jurnal: Green banking initiatives and sustainability: A comparative analysis between Bangladesh and India