Universitas Airlangga Official Website

Efek Imunomodulasi Plasma Konvalesen Terapi pada Pasien COVID-19 Parah – Kritis

Pendahuluan: Terapi plasma konvalesen (CPT) merupakan salah satu terapi alternatif dalam penanganan COVID-19, namun penggunaannya masih kontroversial.

Tujuan: Menganalisis efektivitas CPT dalam memodulasi respons imun berdasarkan anti-spike protein receptor-binding domain (s-RBD) IgG SARS-COV-2, sitokin inflamasi (IL-6 dan IL-4), dan mortalitas pada pasien penyakit parah. pasien kritis COVID-19.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kohort prospektif. Jumlah peserta sebanyak 39 pasien pada bulan Juni hingga Desember 2020. Peserta mendapatkan CPT dan dilakukan pemeriksaan analisa darah seperti IL-4, IL-6 dan s-RBD IgG. Pengambilan data dilakukan sehari sebelum CPT, hari ke-1, hari ke-2, dan hari ke-7 setelah CPT. Analisis yang dilakukan meliputi uji Friedman, korelasi Pearson, dan Mann-Whitney yang signifikan jika p<0,05.

Hasil: Nilai s-RBD IgG partisipan sebelum CPT sebesar 91,49 (0,43-3074,73) AU/mL dan hari ke 7 pasca CPT nilai IgG s-RBD sebesar 1169,79 (6,48-5577,91) AU/mL (p<0,001) . Nilai IL-4 sebelum CPT sebesar 1,78 (0,85-5,21) ng/mL dan hari ke 7 pasca CPT nilai IL-4 sebesar 1,97 (0,87-120,30) ng/mL (p=0,401). Kondisi tersebut juga terdapat pada nilai IL-6, dimana nilai IL-4 peserta sebelum CPT adalah 109,61 (0,73-4701,63) ng/mL dan hari ke 7 pasca CPT nilai IL-6 sebesar 1,97 (0,87-120,30) ng/mL (p = 0,401). Tidak ditemukan korelasi signifikan antara peningkatan kadar IgG s-RBD dengan peningkatan IL-4 dan penurunan IL-6 sebelum dan sesudah CPT pada pasien COVID-19 kritis berat (p >0,05). Tidak ditemukan pula korelasi bermakna antara peningkatan kadar IgG s-RBD, juga IL-4, dan penurunan IL-6 pasca terapi CPT antara pasien meninggal dan hidup, baik pada hari ke-1, ke-2, dan ke-7 (p >0,05).

Kesimpulan: Tidak ada korelasi antara peningkatan kadar IgG s-RBD dengan perubahan kadar IL-4 dan IL-6. Perubahan kadar s-RBD IgG, IL-4, dan IL-6 tidak berhubungan dengan kematian pada penerima COVID-19 derajat kritis parah pasca CPT.

Penulis: , Munawaroh Fitriah , Aditea Etnawati Putri,  Bambang Pujo Semedi,  Atika Atika, Betty Agustina Tambunan

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di  Iranian Heart Journal; 2023; 24 (4)

Berikut judul dan link artikel:

Judul:  Immunomodulation Effect of Convalescent Plasma Therapy in Severe – Critical COVID-19 Patients

Link: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37124663/