Universitas Airlangga Official Website

Life Saving Baloon: Kisah Harapan bagi Pasien Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan bagi mereka yang mengalami serangan jantung, jalan menuju pemulihan bisa penuh dengan tantangan. Secara khusus, komplikasi seperti ruptur septum ventrikel (VSR) setelah serangan jantung dapat mengancam jiwal. Namun, berkat kemajuan teknologi medis dan penerapan pedoman pengelolaan infark miokard akut, terdapat harapan bagi mereka yang menghadapi situasi kritis ini.

Bayangkan mengalami serangan jantung, dan kemudian mengetahui bahwa jantung Anda berlubang. Kedengarannya menakutkan, bukan? Hal inilah yang terjadi pada seorang wanita berusia 46 tahun yang menderita diabetes dan sedang berjuang melawan gagal jantung akibat kondisi yang disebut ruptur septum ventrikel (VSR) setelah serangan jantung. Namun, berkat alat luar biasa yang disebut pompa balon intra-aorta (IABP), kondisi pasien akhirnya bisa distabilkan hingga siap dan berhsail menjalani operasi dengan sukses. Penggunaan pompa balon intra-aorta (IABP) sebagai terapi penghubung bagi pasien dengan komplikasi jantung telah menjadi topik diskusi di komunitas medis. Sebelumnya, penggunaan IABP pada syok kardiogenik dengan komplikasi infark miokard akut (AMI) memang direkomendasikan, namun setelah publikasi uji coba SHOCK-II, penggunaan rutinnya diturunkan. Namun, pedoman tersebut tetap mempertahankan rekomendasi penggunaan IABP pada ketidakstabilan hemodinamik atau syok kardiogenik akibat komplikasi mekanis AMI.

Mari kita lihat lebih dekat kisah luar biasa ini dari laporan kasus yang telah diterbitkan dalam Journal of Medical Case Report (JMCR) awal tahun ini. Seorang wanita berusia 46 tahun penderita diabetes mengalami gagal jantung yang disebabkan oleh VSR setelah serangan jantung yang terlambat. Dokternya memutuskan untuk menggunakan IABP sebagai jembatan menuju pembedahan, diikuti dengan prosedur yang disebut pencangkokan bypass arteri koroner (CABG) dan perbaikan bedah VSR. Dari tim dokter jantung dan dokter bedah, pasien direncanakan untuk operasi CABG dan perbaikan VSR pada hari ke-14, dengan harapan menstabilkan otot jantung agar siap untuk menjalani operasi. Pasien awalnya dalam keadaan syok kardiogenik, bergantung pada dobutamin untuk mempertahankan perfusi yang memadai, hal ini akan merugikan karena dobutamin sendiri akan meningkatan pirau aliran darah dari ruang jantung kiri ke kanan yang membuat keluhan dan kondisi hemodinamik pasien juga tidak optimal. Tim dokter akhirnya memutuskan untuk menggunakan IABP dan dengan diperkenalkannya IABP, dobutamin akhirnya dapat dikurangi secara aman, dan stabilitas hemodinamik pasien dipertahankan, memungkinkan persiapan dan keberhasilan penyelesaian perbaikan bedah VSR.

IABP memainkan peran penting sebagai terapi penghubung, memberikan stabilitas dan dukungan hemodinamik pasien hingga operasi dapat dilakukan. Perawatan pasca operasi di unit perawatan intensif berjalan lancar, dan pasien dapat dipulangkan tanpa gejala gagal jantung kambuh, hal ini menunjukkan pentingnya IABP dalam keberhasilan perbaikan VSR.

Kisah ini adalah pengingat yang kuat akan kemajuan luar biasa yang dicapai di bidang perawatan jantung. Berkat perangkat seperti IABP dan keahlian tim medis yang berdedikasi, pasien yang menghadapi kondisi jantung kompleks memiliki harapan baru. Kemampuan untuk menggunakan teknologi canggih untuk menstabilkan dan mendukung jantung, bahkan dalam situasi yang paling menantang sekalipun, merupakan suatu harapan bagi pasien yang membutuhkan.

Penulis: dr. Mochamad Yusuf Alsagaff, PHD, Sp.JP(K)

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada publikasi ilmiah kami di: https://doi.org/10.1186/s13256-023-04284-3

Alsagaff, M.Y., Revianto, O., Sembiring, Y.E., Ilman, M.I., Intan, R.E.  Intra-aortic balloon pump still has a role in late-onset myocardial infarction complicated by ventricular septal rupture with intractable heart failure: a case report. J Med Case Reports 18, 8 (2024).