Universitas Airlangga Official Website

Kopi Amstirdam Memperbaiki Lp-PLA2 dan Respons Inflamasi pada Tikus Aterosklerosis

Ilustrasi Tikus by Farmasetika
Ilustrasi Tikus by Farmasetika

Aterosklerosis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada pembuluh darah, terutama arteri, dan berhubungan dengan tingginya kadar lipid dalam tubuh dan gangguan metabolisme. Aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung iskemik (IHD) dan stroke iskemik (IS), yang merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular (CVD). CVD merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang terus meningkat.

Ciri-ciri aterosklerosis adalah akumulasi lipid, zat berserat, dan kalsifikasi arteri. Akumulasi lipid, terutama LDL, dalam darah menyebabkan tidak berfungsinya endotel sebagai aterogenesis lini pertama. LDL kemudian menginfiltrasi sel endotel, menembus tunika intima, dan menyebabkan produksi anion superoksida dan radikal bebas. Anion superoksida dan radikal bebas dapat menginduksi teroksidasi low-density lipoprotein (ox-LDL) dan stres oksidasi. Ox-LDL cenderung menarik makrofag melalui proses pembedaan monosit, yang banyak terletak pada plak ateromatosa dan mengarah pada pembentukan sel busa.

Enzim lipoprotein-associated fosfolipase A2 (Lp-PLA2) dapat merupakan hasil produksi dari makrofag dan neutrofil pada plak aterosklerosis. Hal tersebut untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular. Lp-PLA2 merupakan biomarker spesifik untuk peradangan pembuluh darah karena hubungannya dengan LDL dalam darah. Enzim ini biasa untuk memprediksi prognosis aterosklerosis.

Perkembangan dan progresi aterosklerosis bergantung pada peran imunomodulasi akibat peradangan pembuluh darah aterosklerosis sebagai mediasi respons autoimun terhadap antigen diri seperti ox-LDL pada dinding pembuluh darah. Sel T regulator dapat mengurangi peradangan dan menghambat pembentukan plak dengan menekan sel T aterogenik melalui penekanan yang bergantung pada kontak atau dengan interleukin (IL)-10 dan mentransformasikan produksi sitokin faktor pertumbuhan beta (TGF-B). Oleh karena itu, sel T regulator menunjukkan efek yang menjanjikan untuk pengobatan aterosklerosis.

Kopi merupakan salah satu jenis minuman non-alkohol, dan korelasinya dengan penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis masih menjadi perdebatan. Penelitian melaporkan bahwa konsumsi kopi dan risiko penyakit kardiovaskular memiliki korelasi positif. Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada hubungan atau bahkan sebaliknya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kopi Amstirdam (ACE) terhadap penurunan Lp-PLA2 dan aktivitas imunosupresif Treg.

TC, TG, HDL, dan LDL mengalami peningkatan yang signifikan (p <0,05) pada tikus HFFD dibandingkan dengan kelompok normal. Hasil kami menunjukkan bahwa LDL, TG, dan TC pada tikus HFFD meningkat sekitar 1,5-1,7 kali lipat daripada tikus normal. Pemberian ACE meningkatkan TC, TG, HDL, dan LDL pada tikus HFFD secara signifikan lebih banyak daripada pada tikus HFFD saja. Pemberian ACE dengan dosis yang lebih tinggi tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok HFFD.

Menariknya, AIP, AC, dan CRR meningkat pada tikus HFFD daripada dengan tikus normal, sedangkan CPI menurun. Pemberian ACE mengurangi AIP, AC, dan CRR secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan tikus HFFD. Indeks aterogenik bermanfaat untuk menilai risiko perkembangan penyakit kardiovaskular. Penelitian kami menunjukkan bahwa pemberian ACE dapat meningkatkan CPI pada tikus HFFD.

Lp-PLA2 merupakan penanda khas aterogenesis dengan tanda berupa terbentuknya plak ateroma pada dinding pembuluh darah. Pada aterosklerosis, Lp-PLA2 merupakan produksi makrofag (CD11b+) yang menyusup ke lapisan sub-endo¬tel dinding pembuluh darah. Kami mengamati bahwa HFFD meningkatkan produksi Lp-PLA2 dari makrofag di limpa secara signifikan (p 0,05), seperti terlihat pada Gambar. 1.

Penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam produksi Lp-PLA2 dari sel CD11b+ pada kelompok HFFD dibandingkan ke kelompok normal (31,24% vs 9,75%) (p<0,05). Setelah pengobatan dengan ACE selama dua minggu, produksi Lp-PLA2 oleh sel CD11b+ menurun secara signifikan pada semua dosis (D1: 16,75%, D2: 12,81%, D3: 18,51%). Kadar Lp-PLA2 hasil sel CD11b+ pada D2 mendekati kadar kelompok normal.

Studi ini menunjukkan kemungkinan mekanisme efek anti-aterosklerosis ACE melalui peningkatan aktivitas imunosupresif Treg. Karena tingkat Treg nave meningkat setelah pengobatan ACE, kami berhipotesis bahwa Treg menekan makrofag dan sel pro-aterogenik melalui produksi IL-10 dan TGF-B. Penekanan sel-sel ini berkorelasi dengan penurunan pembentukan sel busa dan kadar enzim Lp-PLA2.

Penghambatan sitokin proinflamasi menyiratkan bahwa ACE dapat memperbaiki HFFD penyebab keadaan inflamasi. Namun, hasil penelitian ini terbatas pada model hewan aterosklerosis dengan metode penyelidikan terbatas. Penelitian lebih lanjut perlu untuk menjelaskan peran kopi Amstirdam dalam memperbaiki Lp-PLA2 pada manusia dengan berbagai metode investigasi dan pengaturan uji klinis acak. Ekstrak kopi amstirdam meningkatkan profil lipid pada tikus HFFD dan mengurangi aktivitas enzim Lp-PLA2 dan pembentukan sel busa melalui aktivitas imunosupresif Treg dan sitokin anti-inflamasi IL-10 dan TGF-B.

Penulis: Wirdatun Nafisah, Alexander Patera Nugraha

Sumber: https://pharmacia.pensoft.net/article/106817/