Universitas Airlangga Official Website

Bahaya Tersembunyi di Balik Udang Mediterania

ilustrasi udang mediterania (sumber: tambak milenial)

Unair News – Pencemaran lingkungan di udara tanah, sumber daya air, makanan seperti daging, beras, gandum, telah meningkat selama beberapa dekade. Polutan ini termasuk mikroba, mikotoksin, dan logam berat yang menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, unsur-unsur ini tentu ada dalam lingkungan karena bencana alam, pelapukan, dan reaksi vulkanik. Potentially Toxic Elements (PTEs) memiliki densitas yang lebih besar dan massa atom yang lebih tinggi. Jenis kontaminan seperti merkuri (Hg), nikel (Ni), arsenik (As), timbal (Pb), kadmium (Cd) tidak dapat terdegradasi dengan kemampuan akumulasi di berbagai jaringan organisme. PTEs menghambat organel sel dan mekanisme yang mencakup lisosom dan membran sel. PTEs banyak mencemari hewan laut, seperti udang mediterania sehingga menyebabkan bahaya jika mengkonsumsi udang mediterania.

Interaksi PTEs dengan DNA menyebabkan kerusakan protein dan perubahan konformasi dengan konsekuensi modulasi siklus, karsinogenesis, atau apoptosis. Paparan pada tingkat tinggi merkuri logam dapat mengakibatkan ruam kulit, mual, kerusakan paru-paru, dan peningkatan tekanan darah. Tanda-tanda toksisitas dari merkuri organik adalah depresi, gemetar, sakit kepala, dan kelelahan. Ketidaknyamanan perut, hipertensi, sakit kepala, insomnia, kelelahan, dan pusing adalah gejala paparan timbal. Beberapa dampak negatif karena kontak dengan nikel termasuk masalah ginjal dan jantung, alergi, kanker hidung dan paru-paru.

Pencemaran air dengan PTEs menjadi salah satu kekhawatiran lingkungan yang paling serius terkait dengan tumbuhan, hewan, dan kesehatan manusia. Menurut berbagai laporan, keracunan kronis dengan PTEs pada hewan air memiliki efek kesehatan yang merugikan. Beberapat efek merugikan tersebut adalah pengurangan pertumbuhan dan reproduksi serta efek histopatologis. PTEs pertama kali diserap oleh fitoplankton, bakteri, jamur, dan organisme kecil. PTEs kemudian dimakan oleh organisme yang lebih besar seperti udang dan akhirnya memasuki tubuh manusia. Saat ini di seluruh dunia permintaan untuk konsumsi udang dan hewan laut meningkat karena pertumbuhan populasi menyebabkan peningkatan kebutuhan protein.

Udang, makanan lezat dan populer di seluruh dunia, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masakan Mediterania yang kaya rasa. Namun, di balik kelezatan mereka, terdapat bahaya tersembunyi yang mungkin tidak kita sadari. Sebuah penelitian terbaru telah mengungkap bahwa udang yang berasal dari Laut Mediterania mungkin mengandung tingkat tinggi unsur-unsur berpotensi toksik (PTEs), yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Seiring dengan perkembangan aktivitas manusia seperti industri, pertanian, dan pertambangan, tingkat PTEs dalam lingkungan telah meningkat secara signifikan. Dalam artikel ilmiah terbitan baru-baru ini. Para peneliti melakukan meta-analisis terhadap konsentrasi PTEs dalam jaringan udang di Laut Mediterania. Mereka kemudian mengevaluasi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi udang tersebut.

Penelitian ini menggunakan data dari berbagai sumber, termasuk basis data internasional seperti Scopus, PubMed, Embase, Science Direct, dan Web of Science. Mereka menemukan bahwa tingkat PTEs seperti merkuri, nikel, arsenik, timbal, dan kadmium dalam udang dari berbagai negara di sepanjang pantai Laut Mediterania dapat melebihi batas aman organisasi kesehatan dunia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontaminasi ini muncul karena berbagai faktor. Salah satunya aktivitas manusia seperti polusi industri dan pertanian, serta faktor alam seperti bencana alam dan reaksi vulkanik. Logam berat seperti merkuri dan timbal, yang tidak dapat terurai secara alami, memiliki kemampuan untuk mengakumulasi dalam jaringan organisme dan dapat menyebabkan berbagai penyakit serius.

Selain itu, penelitian menunjukkan risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi udang yang terkontaminasi PTEs dapat mencakup berbagai gejala seperti ruam kulit, kerusakan paru-paru, dan bahkan peningkatan tekanan darah. Mereka menegaskan pentingnya untuk terus memantau dan mengurangi tingkat PTEs dalam udang. Terutama di negara-negara sepanjang pantai Laut Mediterania seperti Italia, Yunani, dan Turki.

Pentingnya kesadaran akan bahaya kontaminasi PTEs dalam udang. Dengan peningkatan permintaan akan udang dan makanan laut secara global, pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi udang yang terkontaminasi menjadi sangat penting. Artikel ilmiah ini memberikan panggilan bagi tindakan lebih lanjut dalam menjaga kualitas dan keselamatan makanan laut yang kita konsumsi setiap hari.

Penulis: Prof. Trias Mahmudiono, SKM., MPH., GCAS., Ph.D

Informasi detail dari penelitian ini terdapat pada artikel kami di: Mahmudiono T, Esfandiari Z, Zare A, Sarkhoshkalat M, Mehri F, Fakhri Y. Concentration of potentially toxic elements in fillet shrimps of Mediterranean Sea: Systematic review, meta-analysis and health risk assessment. Food Chem X. 2024;21:101206. Published 2024 Feb 7. doi:10.1016/j.fochx.2024.101206 

BACA JUGA: Bahaya Ergonomi bagi Pekerja Kantor