Universitas Airlangga Official Website

Kualitas Hidup Orang Tua dan Penderita Atresia Bilier

Ilustrasi oleh Halodoc
IIustrasi bayi dengan atresia bilier (Foto: Halodoc)

Atresia bilier adalah penyakit fibroinflamasi progresif pada saluran empedu. Penyakit ini merupakan penyebab utama transplantasi hati pada anak. Atresia bilier memiliki gejala dengan adanya ikterus, hepatomegali, dan tinja akolik/pucat. Diagnosis dini atresia bilier sangat penting dilakukan karena intervensi dini dengan prosedur Kasai memiliki hasil yang terbaik. Serta mencegah terjadinya transplantasi hati.

Anak dengan kondisi kronis seperti atresia bilier dapat mengalami berbagai masalah yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Penyakit kronis pada anak berdampak pada anggota keluarga dan menyebabkan gangguan kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup, tingkat kecemasan, dan tingkat stres orang tua yang memiliki anak dengan atresia bilier dan membandingkan dengan anak yang sehat.

Quality of Life (QoL)/Kualitas Hidup, menurut World Health Organization Quality of Life (WHOQoL) adalah sebuah evaluasi subjektif terhadap kesejahteraan mereka secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan latar belakang sosial dan budaya, aspirasi, dan perhatian individu. The health- related quality of life (HRQoL)/Kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan anak yang menerima transplantasi hati telah terbukti lebih rendah dibandingkan dengan kelompok anak yang sehat.

Studi ini termasuk dalam penelitian case-control yang melibatkan 38 anak (0-24 bulan) dengan atresia bilier di Poli Rawat Jalan, Hepatologi Anak, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pada bulan Juni-Juli 2023. Pendataan anak-anak dengan diagnose atresia bilier dilakukan. Kemudian dilakukan pembagian sampel menjadi dua kelompok, yaitu anak sehat dan anak dengan atresia bilier. Penilaian kualitas hidup orang tua dan pasien dengan atresia bilier dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pediatric Quality of Life (PedsQL) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQoL). Regresi linier multivariat digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait.

Data yang diperoleh menunjukkan bahwa prevalensi laki-laki dan perempuan sama (50%). Usia <6 bulan, ibu dengan pendidikan terakhir SMA, pendapatan keluarga >3 juta rupiah, dan status gizi normal lebih banyak ditemukan pada pasien atresia bilier. Berdasarkan kuesioner WHOQoL, lingkungan adalah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kualitas hidup orang tua secara signifikan (P= 0,005). Namun, tidak ada hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien yang ditemukan untuk lima variabel PedsQL. Faktor lingkungan memiliki dampak yang signifikan terhadap QoL orang tua pasien berdasarkan hasil kuesioner WHOQoL (P= 0,005).

Hasil dari penelitian ini sejalan dengan studi sebelumnya. Jika dibandingkan dengan anak-anak yang sehat, anak-anak dengan atresia bilier yang menerima transplantasi dan orang tua mereka memiliki skor fungsi fisik yang lebih rendah. Oleh karena itu, menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan menyeluruh bagi anak-anak dengan atresia bilier dan keluarganya membutuhkan kombinasi perawatan klinis dan pengalaman yang berbasis bukti dan bermutu.

Disarikan dari : Flynn, J., Prihaningtyas, R. A., Octariyandra, S. M. ., Winahyu, A. K., Setyoboedi, B., Irmawati, M., & Arief, S. (2024). Quality of Life of Parents and Patients with Biliary Atresia in Native Liver . International Journal of Pharmaceutical and Bio Medical Science, 4(3), 159–163. https://doi.org/10.47191/ijpbms/v4-i3-07

Baca juga: Serum MMP 7 dan Fungsi Hati pada Atresia Bilier