Universitas Airlangga Official Website

Vendor-Managed Inventory (VMI) sebagai Penerapan Sistem Manajemen Rantai Pasok

Ilustrasi SCM (Foto: BAMS)
Ilustrasi SCM (Foto: BAMS)

Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok merupakan upaya pemasok untuk mengembangkan dan menerapkan rantai pasokan yang seefisien dan seekonomis mungkin (Bangun et al., 2023). SCM  mencakup berbagai jenis elemen seperti pemasok, produsen, distributor, pedagang, dan konsumen, yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan, mengolah, mengemas, mendistribusikan, dan akhirnya mengkonsumsi produk atau layanan (Adi Djoko Guritno & Harsasi., 2019).

Setiap proses dan tahapan yang dilalui tentunya harus memiliki strategi yang baik, salah satunya dalam hal pemasok (supplier). Seorang pemasok harus memiliki strategi agar barang yang diproduksinya dapat terdistribusi dan tidak adanya lonjakan permintaan akibat kurangnya penawaran.

Salah satu strategi yang digunakan pemasok ialah vendor-managed inventory (VMI). VMI merupakan strategi manajemen persediaan dimana pemasok mengambil tanggung jawab penuh untuk memantau dan mengelola tingkat persediaan pelanggan (Owusu Kwateng et al., 2022), yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya persediaan, dan memastikan ketersediaan produk yang tepat waktu

Jumlah permintaan (demand) yang tidak menentu dalam suatu pasar, membuat pemasok (supplier) sulit dalam menentukan jumlah produksi. Vendor-managed inventory hadir sebagai solusi untuk sebuah masalah tersebut. Berbeda dengan model bisnis biasa, di mana pembeli/ pelanggan bertanggung jawab untuk menentukan volume persediaan dan melakukan pemesanan kapanpun diperlukan.

Namun, dalam sistem yang dikelola VMI ini, tanggung jawab itu dialihkan dari pembeli/pelanggan ke pemasok, dimana pemasok juga diberikan dalam akses untuk melihat data jumlah persediaan barang pelanggan, dimana prinsip ini  memungkinkan pemasok untuk mengelola persediaan secara lebih efisien. VMI memiliki peranan penting dalam keberlangsungan jumlah produksi yang stabil dan dapat membantu mengurangi ketidaksesuaian antara permintaan pelanggan dan jumlah produksi.

A. Vendor akan mengirimkan kontrak perjanjian yang memuat keputusan mengenai kepemilikan, jadwal/waktu barang akan dikirim, persyaratan kredit, tanggung jawab pemesanan dan ukuran performansi seperti tingkat layanan atau persediaan, apabila diperlukan nantinya, dan ditandatangani oleh kedua pihak yaitu pembeli dan supplier (Sitompul et al., 2015).

B. Pembeli harus transparan dalam jumlah ketersediaan barang yang dimilikinya dengan memberikan akses kepada vendor dalam melihat jumlah ketersediaan barang/produk yang dimiliki.

C. Selanjutnya, vendor akan mengawasi jumlah ketersediaan barang mereka, dan tren penjualan di tempat pembeli dan melakukan perhitungan kapan barang/produk akan dilakukan pengisiian ulang berdasarkan permintaan dan waktu pemesanan

D. Vendor akan melakukan pemeriksaan ulang dan melaksanakan pengisiian ulang produk.

Vendor-managed inventors memiliki beberapa keuntungan, baik bagi pemasok maupun pembeli, yaitu:

a. Bagi Pemasok (supplier)

1. Pengurangan Biaya Penyimpanan

Dengan adanya sistem VMI, vendor tidak perlu memikirkan biaya tambahan dalam penyimpanan, sehingga dapat melakukan penghematan biaya.

2. Peningkatan Frekuensi Penjualan

Dengan VMI, peningkatan frekuensi penjualan pasti akan terjadi, mengingat para vendor sudah menguasai pasar dan mengetahui jumlah permintaan dengan baik.

3. Meningkatnya jumlah koneksi

Dengan adanya hubungan timbal balik antara vendor dan pembeli, memungkinkan vendor memiliki koneksi yang lebih besar lagi dengan pembeli lainnya, sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi.

b. Bagi Pembeli

1. Pengurangan Biaya Pembelian

Dengan adanya kerjasama dengan vendor, pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar, dan dapat menghemat biaya.

2. Tingkat Ketersediaan Barang yang rendah

Dengan vendor yang selalu mengirimkan barang sesuai jumlah ketersediaan barang, meminimalisir barang tersebut kadaluarsa.

3. Tidak Perlu Safety Stock

Pembeli tidak perlu khawatir akan kekurangan jumlah ketersediaan barang yang dimiliki, dan tidak perlu melakukan penyetokan barang, karena telah memiliki vendor yang selalu mengirimkan barang.

Penulis: Ben Yamin Deaz Parhusip