opini

opini

Dari Rawa Terdegradasi menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Ada tempat di Indonesia yang sering kita sebut “lahan terlantar”: rawa yang luas, berlumpur, berbau tanah basah, dan dihuni nyamuk. Bagi sebagian orang, lahan gambut mungkin terlihat seperti wilayah yang menunggu dibuka, dikeringkan, lalu diubah menjadi perkebunan atau permukiman. Padahal, justru di balik kesan “tidak produktif” itu tersimpan salah satu kekayaan ekologis paling penting bagi

opini

Joki Skripsi dan Erosi Makna Pendidikan Tinggi

Ada sesuatu yang menyedihkan ketika kita mendengar kata “joki skripsi.” Bukan hanya karena seseorang rela membayar orang lain untuk mengerjakan tugas akhirnya, tetapi juga karena praktik itu perlahan mengikis makna pendidikan tinggi itu sendiri. Pendidikan tinggi seharusnya menjadi ruang untuk belajar berpikir, meneliti, bertanggung jawab, dan membentuk diri menjadi manusia yang berintegritas. Namun, ketika skripsi

opini

Animal Farm dan Revolusi Bolshevik

Karya sastra tidak muncul dari ruang yang kosong. Ia lahir bersamaan dengan konteks-konteks yang menyertainya. Karya sastra merupakan refleksi dari fenomena kemasyarakatan, sehingga tidak jarang menjadi rekaman bagi peristiwa sejarah. Contoh karya sastra berbentuk novel yang mengeksplorasi tema sejarah ditulis oleh George Orwell. Karya tersebut adalah novel yang berjudul Animal Farm. Tokoh sentral yang terdapat

opini

Transformasi Pendidikan Tinggi di Era AI: Peluang, Tantangan, dan Kemanusiaan

Pernahkah kita membayangkan ruang kuliah di mana dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan mitra diskusi yang mendampingi mahasiswa menavigasi lautan informasi yang disediakan oleh kecerdasan buatan? Atau situasi di mana setiap mahasiswa mendapat pengalaman belajar yang seolah dirancang khusus untuk dirinya, menyesuaikan kecepatan, gaya, dan kebutuhannya? Inilah wajah pendidikan tinggi yang sedang kita

opini

Merajut Harapan Pengabdian Masyarakat melalui SDGs

Di tengah riuh rendah kehidupan modern yang serba cepat, ada satu benang merah yang perlahan tapi pasti mulai menenun harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Benang itu bernama SDGs atau Sustainable Development Goals, sebuah agenda pembangunan berkelanjutan yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gerak langkah pengabdian masyarakat di negeri ini.

Penerapan Artificial Intelligence untuk Estimasi Usia Gigi di Bidang Odontologi Forensik
opini

Mahasiswa di Era AI: Membantu Belajar atau Membuat Kita Berhenti Berpikir?

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan semakin berkembang. Kehadiran chatbot generatif seperti ChatGPT membuat mahasiswa dapat memperoleh bantuan untuk memahami materi, mencari ide, menyusun tulisan, hingga berlatih memecahkan masalah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya potensi peningkatan hasil belajar ketika AI digunakan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Artinya, AI telah menjadi bagian dari kehidupan akademik. Pertanyaannya

opini

KKN dan SDGs: Ketika Ilmu Pengetahuan Pulang ke Masyarakat

Setiap tahun, ribuan mahasiswa berangkat ke desa, kelurahan, atau wilayah terpencil untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka membawa ransel, laptop, perlengkapan dokumentasi, dan tentu saja semangat pengabdian. Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah KKN benar-benar meninggalkan dampak bagi masyarakat, atau sekadar menjadi agenda akademik yang selesai bersamaan dengan penarikan mahasiswa? Pertanyaan ini penting diajukan karena

opini

Mendidik Generasi “Excellence with Morality” di Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi sering dipandang sebagai pabrik talenta: tempat di mana kecerdasan diasah, keterampilan diasah, dan gelar disematkan. Namun, jika kita berhenti pada definisi itu saja, kita berisiko menghasilkan sarjana yang pintar tetapi kosong arah moralnya. Di tengah arus globalisasi, persaingan kerja, dan tekanan performa, kampus harus berani menegaskan tujuan yang lebih luas: membentuk generasi yang

opini

Membangun Segalanya dari Nol: Merantau Worth it atau Tidak?

“Worth it tidak, merantau itu?” Pertanyaan itu muncul di kepala saya suatu malam, ketika berbaring sendirian di kamar kos Surabaya, ditemani oleh keheningan dalam benak pikiran saya. Ketika kita sedang menikmati momen yang berharga, tidak terasa waktu tersebut sudah berlalu. Saat saya menulis esai ini, saya sedang berkuliah di Universitas Airlangga dan menginjak pertengahan semester

opini

Sapu-Sapu: Penjajah Sungai atau Penyelamat Ekosistem Indonesia?

Kawan, pernahkah kalian melihat sungai di kota-kota Indonesia yang tadinya becek penuh lumpur, sekarang airnya lebih jernih gara-gara sekumpulan ikan kecil-kecil lagi asyik nyapu dasar sungai? Itu dia ikan sapu-sapu, alias Hypostomus plecostomus atau yang akrab disebut pleco di kalangan hobiis akuarium. Santai aja, ini bukan opini anti-ikan atau pro-alien species, tapi obrolan ringan soal

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top