Universitas Airlangga Official Website

Mengurangi Nyeri Pasca Operasi Caesar dengan Elektroakupunktur

Ilustrasi nyeri (Sumber: klikdokter)

Proses penyembuhan fisik setelah operasi caesar seringkali menimbulkan kecemasan dan stres fisiologis akibat nyeri luka. Hal ini bisa mengganggu mobilitas pasien dan memerlukan terapi analgesik. Namun, terapi farmakologis terkadang tidak mencukupi atau bahkan tidak dianjurkan untuk pasien pasca operasi caesar. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi non-farmakologis.

Teknik non-farmakologis telah dikembangkan untuk mengatasi nyeri, dan akupunktur menjadi salah satu opsi yang populer. Akupunktur tidak hanya aman dan minim efek samping, tetapi juga mudah digunakan. Akupunktur bekerja melalui mekanisme di tingkat lokal, segmental, dan sentral dengan menstimulasi sumbu hipotalamus-hipofisis. Melalui pemasukan jarum, terjadi sekresi opioid endogen, yaitu oksitosin dan β-endorphin, ke dalam aliran darah dan cairan otak. Ini membantu mengurangi rasa nyeri secara alami.

Elektroakupunktur adalah teknik stimulasi jarum yang menggunakan listrik dan telah terbukti efektif sebagai terapi pelengkap untuk mengobati nyeri pasca operasi. Beberapa penelitian klinis menunjukkan bahwa elektroakupunktur efektif dalam mengurangi nyeri.

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengevaluasi dampak stimulasi elektroakupunktur (EA) pada titik-titik spesifik SP6 dan LI4 dengan frekuensi 30, 50, dan 100 Hz dalam mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan kadar hormon β-endorphin pada pasien pasca operasi caesar. Sebanyak 144 responden yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 8 kelompok, yang terdiri dari kelompok intervensi dan kontrol, menggunakan teknik randomized control trial (RCT).

Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numeric rating scale (PNRS), sementara kadar β-endorphin dianalisis melalui sampel darah menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah intervensi. Analisis pada kelompok intervensi yang menerima elektroakupunktur di titik-titik LI4 dan SP6 menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri dengan meningkatkan kadar hormon β-endorphin dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan temuan yang signifikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi elektroakupunktur pada pasien pasca operasi caesar dapat merangsang peningkatan kadar hormon β-endorphin dan secara efektif mengurangi intensitas nyeri pasca operasi caesar. Ini menawarkan alternatif yang menjanjikan bagi terapi non-farmakologis dalam manajemen nyeri pasca operasi caesar.

Penulis : Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R

Link: https://www.phcogj.com/sites/default/files/PharmacognJ-16-3-670.pdf

Baca juga: Kinerja Amberlyst sebagai Katalis Produksi Biodiesel dari Hasil Samping Pengolahan Minyak Kelapa Sawit