Universitas Airlangga Official Website

Persepsi Kualitas Layanan dan Risiko Terhadap Kepuasan Sistem Pengiriman Makanan Halal Online

Persepsi Kualitas Layanan dan Risiko Terhadap Kepuasan Sistem Pengiriman Makanan Halal Online
Photo by ukmindonesia.id

Tingginya permintaan akan layanan pesan-antar makanan online telah membantu banyak penyedia layanan makanan dan industri restoran untuk beroperasi dengan mudah, khususnya, selama Perintah Kawalan Pergerakan sebagai akibat dari pandemi COVID-19. Akibatnya, permintaan terhadap makanan halal juga meningkat pesat seiring dengan bertambahnya hampir 2 miliar umat Islam di seluruh dunia (State of the Global Islamic Economy Report 2020/21: Islamic Economy Marks Steady Growth. Salaam Gateway, Global Islamic Economy).

Oleh karena itu, pesan-antar makanan online semakin populer, terutama karena kemajuan teknologi telah menciptakan gelombang baru permintaan konsumen, memungkinkan perusahaan ketiga untuk bergabung dalam bidang pengiriman sebagai perantara antara pelanggan dan restoran. Karena kendala yang disebabkan oleh pandemi virus corona, banyak restoran merestrukturisasi model bisnisnya untuk menghadapi situasi saat ini. Pada saat yang sama, perbaikan dan pertumbuhan perdagangan elektronik, yang secara kolektif disebut sebagai paradigma online ke offline, telah mempercepat tren ini. Saat ini terdapat sejumlah restoran yang menyajikan makanan halal kepada pelanggan Muslim, dan sebagian besar pedagang memanfaatkan peluang ini. Namun, karena ketidaktahuan dan kurangnya pemahaman tentang persyaratan makanan halal, restoran gagal memenuhi spesifikasi halal, sehingga mendorong pelanggan menjadi skeptis terhadap sertifikat halal yang dikeluarkan (Riaz dan Chaudry, 2004).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kualitas layanan, serta risiko yang dirasakan yang diberikan oleh OHFDS dari sudut pandang pelanggan di Malaysia. Oleh karena itu, makalah ini terdiri dari empat bagian. Pertama, gambaran kualitas layanan dan risiko yang dirasakan dari OHFDS serta kerangka teoritisnya akan disajikan. Kedua, dijelaskan struktur model dan prosedur yang digunakan untuk melihat bagaimana gagasan-gagasan tersebut berhubungan satu sama lain. Selanjutnya, temuan penyelidikan kemudian disajikan dan diperiksa pada bagian ketiga. Yang terakhir, implikasi manajerial dari kualitas dan risiko yang dirasakan dalam meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan kemudian akan dibahas, bersama dengan rencana untuk penelitian di masa depan.

Metodologi dan Hasil

Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, melalui survei online, dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 423 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SmartPLS. Penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh persepsi kualitas pesan-antar makanan online, yang diadopsi dari Cheng dkk. (2021), serta persepsi risiko halal, yang diadopsi dari Olya & Al-Ansi (2018), dan pengaruhnya terhadap kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

Secara keseluruhan, 15 hipotesis terkait dengan kerangka penelitian dibangun berdasarkan teori diskonfirmasi ekspektasi, seperti yang dikemukakan oleh Cheng et al. (2021). Beberapa konstruksi dihilangkan dari analisis lebih lanjut karena korelasinya yang tinggi, yaitu ketertelusuran, kualitas dan keamanan pangan. Di sisi lain, dua konstruksi yang berkaitan dengan persepsi risiko halal tidak dimasukkan, yaitu risiko lingkungan dan sosial.

Pertama, nilai-nilai halal mempunyai dukungan kuat terhadap kepuasan dan kepercayaan. Kedua, jaminan memiliki dukungan besar terhadap kepuasan dan kepercayaan terhadap OHFDS. Ketiga, pengoperasian sistem tidak mempengaruhi kepuasan atau kepercayaan OHFDS. Keempat, keandalan ditemukan memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan tetapi tidak pada kepercayaan terhadap OHFDS. Penelitian ini juga mengkaji risiko halal yang dirasakan. Kelima, risiko kesehatan makanan halal mempengaruhi kepercayaan dan kepuasan OHFDS. Keenam, risiko psikologis – kekecewaan pada diri sendiri karena tidak mengedepankan halal – dapat menurunkan kepercayaan tetapi tidak menurunkan kepuasan. Ketujuh, risiko kualitas makanan halal tidak mempengaruhi kepuasan atau kepercayaan OHFDS. Kedelapan, risiko waktu – kemungkinan makan makanan halal membuang-buang waktu – dapat mempengaruhi kepercayaan OHFDS. Kesembilan, risiko finansial – kemungkinan bahwa makanan halal tidak sebanding dengan harganya dan mungkin lebih murah di tempat lain – dapat mempengaruhi kepercayaan dan kepuasan OHFDS.

Penulis: Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, S.E., M.Si.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/perceived-service-quality-and-risks-towards-satisfaction-of-onlin

Baca juga: Mengidentifikasi Permasalahan dan Solusi Sistem E-Court pada Pengadilan Agama di Indonesia