Kelor merupakan tanaman herbal yang berpotensi untuk menekan angka kematian embrio. Penelitian tentang perlakuan kelor terhadap embrio ternak cukup banyak. Namun, penelitian terdahulu yang menjelaskan tren penelitian terkait topik tersebut pada dekade ini, 2010–2023, masih sangat sedikit. Penelitian ini mencoba mengamati tren penelitian terkait perlakuan kelor terhadap embrio ternak dari segi kata-kata yang sering digunakan dalam makalah beserta sitasinya. Penelitian ini mengumpulkan 132 sampel data dari Scopus dan 41 data dari PubMed dan mengolahnya menggunakan metode bibliometrik. Perangkat lunak bibliometrik yang digunakan adalah Vosviewer untuk menghasilkan gambar hubungan dan tren kata kunci penulis serta biblioshiny untuk menggambarkan kata-kata yang sering digunakan sebagai judul dan isi serta rata-rata total sitasi/tahun. Penelitian ini juga menggunakan R Studio untuk melengkapi Vosviewer dalam melakukan metode bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kata kunci penulis yang menggambarkan hewan ruminansia sebagai pengganti sapi, dan tidak ada nama hewan ternak yang digunakan sebagai judul pada contoh makalah.
Berdasarkan hasil penelitian dengan metode bibliometrik didapatkan bahwa tidak terdapat kata kunci penulis yang menggambarkan hewan ruminansia selain sapi, juga tidak terdapat nama hewan ternak yang digunakan sebagai judul contoh makalah. Hal ini dapat diartikan bahwa penelitian yang berkaitan dengan hewan ruminansia seperti domba, kerbau, dan kambing masih memiliki kebaruan yang besar. Penelitian sebelumnya menunjukkan kurangnya keragaman sampel, terutama pada berbagai jenis ikan yang dibudidayakan dalam akuakultur. Hasil ini juga menunjukkan bahwa kata-kata yang sering digunakan yang ditempatkan pada kuadran 4 peta tematik harus lebih dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Mencantumkannya di bagian judul atau sebagai kata kunci penulis suatu makalah dapat mengembangkan pentingnya kata-kata tersebut berdasarkan bidang studi makalah tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya mengenai hal-hal apa saja yang masih kurang dan perlu dikembangkan lebih lanjut ketika mengamati Moringa oleifera terhadap embrio ternak. Penelitian ini menemukan hal-hal yang masih kurang yang ada pada penelitian sebelumnya sehingga penelitian selanjutnya dapat menggunakan hal-hal yang masih kurang tersebut untuk mendapatkan hal baru yang baik bagi penelitiannya. Namun, penelitian ini hanya terbatas pada data sampel dari jurnal yang dipublikasikan di jurnal yang terindeks Scopus. Penelitian selanjutnya juga dapat menambahkan jurnal dari jurnal terindeks lainnya, seperti Web of Science sebagai sampel.
Penulis: Dr. Maslichah Mafruchati M.Si.,drh
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.cell.com/heliyon/pdf/S2405-8440(24)07553-4.pdf
Baca juga: Potensi Uji Tusuk Alergen pada Pasien Alergi Susu Sapi





