Universitas Airlangga Official Website

Pagar Nusa Resmi Jadi UKM Baru di UNAIR

SEJUMLAH anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa (PN). (Foto: Istimewa)
SEJUMLAH anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa (PN). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pagar Nusa (PN) resmi menjadi bagian dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Airlangga. Diketahui, PN merupakan seni bela diri dari salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdhatul Ulama. Pengesahan UKM PN tersebut digelar pada Minggu (4/3) bersama UKM baru lainnya.

Fajar Nur Rohim selaku ketua UKM PN UNAIR menuturkan, pengesahan PN untuk menjadi UKM di UNAIR sudah dibicarakan sejak 2015. Hal tersebut diprakarsai Muhammad Irhason yang saat itu menjadi ketua Keluarga Mahasiwa Nahdhatul Ulama (KMNU) beserta wakilnya Rizky Ariyani yang juga merupakan salah seorang juara silat putri dari Surabaya.

Namun, kurang koordinasi dengan baik menjadi kendala kala itu. Penyebabnya, jumlah anggota dan peminat untuk mendirikan UKM PN kurang maksimal.

“Akhirnya, persyaratan pendirian UKM PN hanya berjalan tanpa ada tindakan lanjutan,” ungkap mahasiswa jurusan Teknik Industri Hasil Perikanan UNAIR 2015 tersebut.

Pada 2016, Fajar kemudian dipercaya menjadi pelopor untuk meneruskan pendirian UKM PN. Dibantu pengurus tahun sebelumnya dan Pagar Nusa Surabaya untuk melengkapi ulang persyaratan pendaftaran, UKM PN akhirnya resmi menjadi UKM di UNAIR.

“Setelah menunggu surat dan pengesahan berkas UKM baru, akhirnya pada 7 Oktober 2017, UKM PN mulai berdiri. Dan, dilantik bersama UKM lainnya pada 4 Maret 2018,” katanya.

Fajar menambahkan, saat awal berdiri, UKM PN mesti berusaha mencari anggota di berbagai fakultas. Berkat kegigihan para pelopornya, UKM PN mampu menjaring anggota aktif sejumlah 30 mahasiswa. Seiiring berjalannya waktu, ungkap Fajar, anggotanya kian bertambah.

“Hingga saat ini, anggota UKM PN mencapai 110 mahasiswa,” sebutnya.

Mengenai hambatan ketika menjadi UKM yang sah, menurut Fajar, jumlah anggota dan peminat untuk mengembangkan pencak silat tersebut masih kurang. Penyebabnya, banyak anggota yang hanya memikirkan kemenangan berkelahi secara bebas atau tarung bebas dibanding jalur prestasi.

”Padahal, jika anggota lebih mengutamakan prestasi, ini bisa mengarah pada sebuah prestasi yang dapat menghasilkan piagam dan mengharumkan bangsa,” tuturnya.

Dengan berdiri dan diresmikan, Fajar berharap, UKM PN bisa turut membangun persaudaraan antar-UKM di UNAIR. Termasuk membangun semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai permasalahan.

“Untuk PN, ke depan, jadilah suadara untuk semua UKM dan manusiakanlah manusia dengan bersikap seperti manusia seperti silahturahmi, tolong-menolong, saling mendoakan dalam kebaikan, dan rendah diri,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifa’i