Universitas Airlangga Official Website

Penggunaan Photovoice sebagai Alat Evaluasi Metode Pembelajaran Learning by Teaching

Penggunaan Photovoice sebagai Alat Evaluasi Metode Pembelajaran Learning by Teaching
Sumber: Majalah Sunday

Pendekatan pembelajaran “Learning by Teaching” semakin diakui sebagai metode instruksional yang mendorong pembelajaran aktif. Dalam metode ini, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam mengajarkan konsep-konsep kepada orang lain. Dengan menjadi pengajar, peserta didik dituntut untuk memahami materi secara mendalam agar dapat menyampaikannya dengan jelas kepada orang lain. Tim dosen dari Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Unair merasa perlu untuk mengevaluasi efektivitas metode ini menggunakan metode kualitatif Photovoice. Photovoice adalah metode penelitian visual di mana peserta mengambil foto yang mendokumentasikan pengalaman dan perspektif mereka. Foto-foto ini kemudian didiskusikan dalam kelompok, memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dampak metode “Learning by Teaching”, khususnya dalam konteks pelatihan Basic Life Support (BLS) untuk mahasiswa.

Kegiatan pelatian BLS dilakukan pada tanggal 19 September 2023 bertempat di Al-Hikmah Boarding School, Batu, Malang dengan sasarannya adalah siswa-siswi SMP-SMA Al-Hikmah. Instruktur BLS terdiri dari Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Dokter Muda (DM), dan staf dokter spesialis dari Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Unair. Untuk mengevaluasi metode “Learning by Teaching”, PPDS dan DM yang menjadi instruktur diberi pengertian mengenai apa dan bagaimana pelaksanaan metode photovoice. Setelah itu, mereka diminta untuk mengambil foto dari momen yang mengesankan bagi mereka dan menuliskan apa kesan mereka dari foto tersebut terutama pada pelaksanaan pelatihan BLS. Setelah pengambilan foto, di hari selanjutnya diadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas apa saja garis besar dari hasil foto dari PPDS dan DM yang telah dikumpulkan.

Beberapa garis besar yang disepakati dari FGD tersebut adalah kesan peserta didik mengenai pengalaman mengajar yang didapat selama kegiatan; kedisiplinan dari peserta didik sangat penting dalam kelancaran pembelajaran; kerjasama antar peserta didik sangat dibutuhkan selama pembelajaran; dan peserta didik dituntut berpikir secara kritis selama melakukan pembelajaran “Learning by Teaching”. Hal ini menunjukkan bahwa metode “Learning by Teaching” memberikan keuntungan tambahan yang tidak didapat dari metode pembelajaran seperti caramah atau pembelajaran pasif lainnya. Beberapa keuntungan dari metode ini adalah meningkatkan kedisiplinan, kerjasama, critical thinking, dan pengalaman mengajar bagi para peserta didik.

Penulis: Dr. Anna Surgean Veterini, dr., Sp.An.KIC.

Link: https://www.pjlss.edu.pk/pdf_files/2024_1/4723-4735.pdf

Baca juga: Deep Learning untuk Pengenalan Gerakan Tubuh pada Sistem Video Keamanan