Universitas Airlangga Official Website

Pengobatan Tradisional dapat Meningkatkan Pertumbuhan Ikan

Deteksi Cepat Virus Tilapia Lake Virus (Tilv) Pada Ikan Nila
Ilustrasi Ikan Nila (sumber: janganpusing.com)

Sejak zaman dahulu, pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) telah digunakan sebagai bentuk pengobatan karena sumber dayanya yang melimpah, biaya yang rendah, dan sifatnya yang alami. TCM sebagai aditif pakan memiliki signifikansi yang cukup besar dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan ketahanan terhadap penyakit pada ikan, terutama karena masalah keamanan pangan menarik perhatian konsumen terhadap metode akuakultur yang sehat dan penggunaan pengobatan perikanan yang ramah lingkungan. Telah ditetapkan bahwa industri akuakultur Asia memperoleh manfaat besar dari penggunaan TCM dalam akuakultur.

TCM merupakan vaksin dan antibiotik pengganti potensial yang dapat digunakan sebagai penguat kekebalan tubuh atau antibiotik untuk menghindari infeksi ikan. TCM juga dianggap dapat meningkatkan pertumbuhan, menambah nafsu makan, dan mengurangi stres. Lebih jauh, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penerapan kombinasi obat-obatan herbal memiliki dampak yang lebih besar pada ketahanan terhadap penyakit daripada penggunaan obat herbal tunggal. Misalnya, kombinasi Ocimum basilicum, Cinnamomum zeylanicum, Jugpans regia, dan Mentha piperita dalam formulasi herbal meningkatkan kekebalan nonspesifik dan ketahanan penyakit ikan mas terhadap Aeromonas hydrophila.

Interaksi obat dalam komposisi senyawa TCM rumit. Ini adalah metode yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan penggunaan satu tanaman karena mungkin memiliki dampak yang lebih besar pada aktivasi imunologi atau peningkatan ketahanan penyakit pada ikan. Informasi mengenai sediaan senyawa yang mengandung lebih dari tiga bentuk TCM sebagai aditif pakan saat ini kurang. Dengan demikian, studi meta-analisis saat ini bertujuan untuk mengintegrasikan temuan studi sebelumnya dan mengungkap kemanjuran TCM pada kinerja pertumbuhan ikan.

Efektivitas pertumbuhan dan pemanfaatan pakan dapat ditingkatkan dengan TCM. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ikan mas rumput (Ctenopharyngodon idella) yang diberi makan dengan 10–40 g/kg ekstrak honeysuckle (Lonicera japonica) bertambah berat badannya pada tingkat yang jauh lebih tinggi. Pertumbuhan ikan gabus utara muda (Channa argus) dipengaruhi secara positif oleh makanan basal dengan 10–40 mg/kg TCM (Allium mongolicum Regel). Pertumbuhan dan pemanfaatan pakan ikan Afrika (Clarias gariepinus) ditingkatkan secara signifikan dengan penambahan polisakarida Aloe vera dalam makanan.

Palatabilitas atau daya tarik makanan, yang mendorong peningkatan asupan pakan dan peningkatan kinerja pertumbuhan, mungkin menjadi penyebab peningkatan pertumbuhan ikan dan pemanfaatan pakan. Lebih jauh lagi, suplementasi TCM dalam makanan dapat meningkatkan jumlah mikroba yang bermanfaat, memblokir kemungkinan patogen dalam saluran pencernaan, dan/atau meningkatkan aktivitas enzim mikroba, yang semuanya dapat meningkatkan daya cerna pakan dan penyerapan nutrisi. Ada banyak bukti bahwa herba dan/atau makanan yang disuplemenkan dengan probiotik memiliki peran khusus dalam kekebalan ikan dan hewan darat. Telah didokumentasikan bahwa enzim protease dan antiprotease sangat penting untuk memulai sistem kekebalan bawaan dan adaptif serta mempertahankan diri dari infeksi patogen. Aktivitas protease dan antiprotease ikan telah terbukti dipengaruhi secara berbeda oleh penggunaan herba dan/atau probiotik. Pada ikan bass laut Eropa, Dicentrarchus labrax, misalnya, makanan yang diperkaya probiotik dan ekstrak buah kurma ditemukan dapat mengurangi aktivitas protease dan antiprotease serum. Untuk meningkatkan kesehatan ikan, sangat sedikit penelitian yang meneliti potensi manfaat sinergis dari penerapan probiotik multispesies dan herbal secara bersamaan. Tidak diketahui apakah komposisi multispesies herbal-probiotik dapat membantu meningkatkan kesehatan inang. Data menunjukkan bahwa suplementasi TCM dalam makanan ikan berpotensi meningkatkan kesehatan ikan, meskipun tidak ada perbedaan signifikan yang terlihat antara makanan tersebut. Namun, berdasarkan fakta-fakta ini, mekanisme lebih lanjut perlu diselidiki.

Oleh: Suciyono, S.St.Pi., MP.

Sumber: Salsabila, S., Muhammad, A. L., Bayram, M., & Suciyono, S. (2024). Effect of Traditional Chinese Medicine on Fish Growth: A Meta-Analysis Study. Jurnal Medik Veteriner, 7(2), 382–387.

Link: https://e-journal.unair.ac.id/JMV/article/view/63901