Universitas Airlangga Official Website

Apakah Penting Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto Berdasarkan Data?

Siswa-siswa di kelas sedang menikmati makan siang gratis bersama-sama dengan penuh keceriaan.
Ilustrasi makan siang gratis (Foto: VOI)

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana program unggulan Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terlaksana pada 2 Januari 2025 (CNN Indonesia, 2024). Pembagian makanan 2 kali sehari, pagi dan siang hari. Sasaran program ini adalah siswa PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Program ini akan berjalan secara bertahap dengan goal tahun pertama adalah 40 persen. Tahun kedua 80 persen, dan pada tahun 2029 harapannya sudah mencapai 100 persen. Tapi mengapa program ini begitu penting?

Perbandingan Jumlah Pengeluaran di Bidang Makanan dan Bukan Makanan di Perkotaan Indonesia pada Tahun 2023 (Foto: BPS)

Makanan merupakan pengeluaran terbesar rata-rata rakyat Indonesia setiap tahunnya. Dari data terlihat bahwa pada tahun 2023 persentase pengeluaran dalam bidang makanan adalah 45,5% dari seluruh pengeluaran seseorang dalam setahun. Hal ini menunjukkan bahwa banyak rumah tangga mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka pada makanan, yang membatasi mereka untuk mencukupi kebutuhan lainnya. Bahkan pada beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat pengeluaran dalam bidang makanan melebihi seluruh pengeluaran mereka dalam bidang lainnya.

Perbandingan Jumlah Pengeluaran di Bidang Makanan dan Bukan Makanan di Perkotaan Indonesia pada Tahun 2007-2023 (Foto: BPS)

Peristiwa ini tidak hanya terjadi pada tahun 2023. Setidaknya mulai dari tahun 2007 telah terjadi peristiwa ini, dan bisa diperkirakan bahwa ini akan terus terjadi tahun-tahun kedepannya jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk merubah hal ini. Jika terlaksana dengan baik, Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu langkah yang bagus untuk menangani permasalahan ini.

Perbandingan Jumlah Pengeluaran dan Jumlah Pendapatan di Perkotaan Indonesia pada Tahun 2018-2023 (Foto: BPS)

Melihat dari statistik jawabannya adalah tidak. Rakyat Indonesia mampu menutupi pengeluaran mereka dengan pendapatan mereka. Meskipun pendapatan sempat mengalami penurunan drastis pada tahun 2020 dan 2021, jumlahnya masih melebihi total pengeluaran pada tahun itu.

Tapi faktanya Indonesia menjadi negara dengan tingkat kelaparan tertinggi kedua di Asia Tenggara. Hal ini tidak berarti bahwa statistik di atas salah, tetapi penarikan kesimpulannya yang salah. Tidak bisa langsung disimpulkan bahwa semua orang memiliki pendapatan maupun pengeluaran yang sama. Hasil statistik diperoleh dari rata-rata seluruh rakyat Indonesia, dari golongan bawah hingga atas. Sehingga pasti akan ada beberapa rakyat yang memiliki pendapatan di atas rata-rata dan di bawah rata-rata.

Seperti yang terlihat dalam grafik perbandingan pengeluaran makanan dan non-makanan, Program Makan Bergizi Gratis dapat membantu mendistribusikan pengeluaran rumah tangga lebih adil, memastikan bahwa makanan tidak lagi mendominasi perekonomian keluarga. Dengan menyediakan makanan gratis, terutama untuk anak-anak sekolah, pemerintah bertujuan untuk mengurangi beban finansial pada rumah tangga, khususnya di daerah dengan pendapatan lebih rendah.

Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto akan menjadi langkah penting dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan dan ketimpangan ekonomi yang terus berkembang di Indonesia. Bagi sebagian besar orang Indonesia makanan masih menjadi beban finansial utama. Seperti yang ditunjukkan oleh data, makanan mengambil hampir separuh pengeluaran seseorang dalam setahun. Melalui program ini diharapkan distribusi sumber daya dapat menjadi lebih merata, memastikan bahwa semua orang Indonesia, terutama anak-anak, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan mengatasi masalah ini, pemerintah tidak hanya mendukung kebutuhan gizi, tetapi juga mengurangi beban finansial rakyat Indonesia.

Penulis: Joshua Giovanni Mulyanto, Mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin UNAIR