Media sosial kini telah menjadi aktivitas terbesar yang dilakukan oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap kehidupan, kesehatan, komunikasi, minat, serta psikologi di kalangan remaja . Data menunjukkan bahwa 90% remaja menggunakan media sosial pada usia 13-17 tahun, dan menggunakan setidaknya satu jenis media sosial. Kecanduan media sosial berdampak pada kesehatan mental di kalangan remaja. Salah satu dampak negatif dari kecanduan media sosial di kalangan remaja adalah masalah emosional, terutama pada harga diri. Namun, ada penelitian sebelumnya yang juga menunjukkan bahwa media sosial dapat meningkatkan harga diri. Harga diri didefinisikan oleh pengalaman interpersonal individu yang terkait dengan keyakinan tentang diri sendiri dan respons emosional orang lain terhadap keyakinan tersebut.
Pengguna media sosial di kalangan remaja dilaporkan merasa terhubung dan mengurangi kesepian mereka karena harga diri mereka yang rendah. Media sosial menjadi modal sosial di kalangan remaja dengan harga diri rendah untuk meningkatkan suasana hati mereka dan meningkatkan harga diri mereka. Hubungan antara media sosial dan perilaku maladaptif telah banyak dipelajari di berbagai negara 6-8. Lebih jauh lagi, remaja dengan kecanduan media sosial menyebabkan gaya hidup yang tidak sehat, meningkatkan perilaku seksual berisiko, ketegangan tinggi, dampak psikologis dan mereka cenderung berperilaku maladaptif dan selalu membandingkan hidup mereka dengan orang lain dan berorientasi pada orang lain. Kondisi ini dapat menurunkan harga diri serta harga diri. Selain itu, remaja perempuan juga cenderung memiliki harga diri yang lebih rendah daripada remaja laki-laki. Mereka menggunakan media sosial untuk meningkatkan suasana hati mereka. Ada beberapa penelitian tentang hubungan antara kecanduan media sosial dan harga diri di kalangan remaja 2, 3, 6, 10, 11. Diperlukan untuk melaporkan penelitian ini. Selain itu, ada banyak penelitian yang kontradiktif tentang hubungan antara penggunaan media sosial dan harga diri. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa hal itu memiliki efek positif.
Penulis: Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.
Link: –
Baca juga: Dinamika Ujaran Kebencian di Media Sosial





