“Jangan jadikan kuliah sebagai beban, tetapi jadikanlah kuliah sebagai pintu gerbang mewujudkan mimpi”
UNAIRNEWS – Wisuda periode 245 Universitas Airlangga menjadi momen yang ditunggu oleh Nataya Khuria Insani. Nataya merupakan wisudawan terbaik pada program magister Kajian Sastra dan Budaya. Ia berhasil menamatkan studi dengan waktu 1,2 tahun dan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Alasan Nataya melanjutkan studi magister Kajian Sastra dan Budaya, karena sebelumnya mendaftar fast track program. Meskipun pada saat sarjana menempuh prodi sejarah, namun ia justru senang mendapatkan pengetahuan baru pada saat menempuh program magister. Ia mengakui bahwa perlu penyesuaian yang cepat untuk dapat mengikuti perkuliahan.
“Tentu sebagai mahasiswa yang mengikuti fast track program perlu mempersiapkan banyak persyaratan dan bukan merupakan hal yang mudah. Setahu saya juga hanya lima belas anak setiap fakultas yang dapat lolos, sehingga saya memanfaatkan dengan baik kesempatan ini,” jelasnya.
Mengikuti Berbagai Kegiatan
Selama menjalani studi, Nataya juga mengikuti berbagai kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa perlombaan hingga conference di Malaya University, Malaysia pernah ia ikuti. Ia menambahkan bahwa pada saat di Malaya University, ia berkesempatan untuk memperkenalkan wayang, sehingga seluruh masyarakat dunia dapat melihat kebudayaan indonesia tersebut.
“Selain mengikuti international conference, saya juga meraih juara ketiga lomba Business Plan dalam ajang National Education Competition 2023 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Pengalaman itu menjadi saksi bisu dari perjalanan saya dalam menyelesaikan studi magister Kajian Sastra dan Budaya,” ungkapnya.
Nataya mengatakan bahwa tidaklah mudah menyelesaikan studi di tengah kesibukannya. Rajin dan tekun menjadi kunci keberhasilannya menamatkan studi tepat waktu. “Saat merasa lelah dalam mengerjakan tugas akhir, jika ingin istirahat boleh, namun jangan sampai terlena untuk kembali menyelesaikan tanggung jawab studi,” tuturnya.
Tantangan Menyelesaikan Studi
Nataya beranggapan bahwa tantangan terbesar menyelesaikan studi yakni kurangnya fokus terhadap tugas akhir. Terkadang mengikuti berbagai kegiatan mampu berakibat pada hilangnya fokus menuntaskan tugas. “Alhamdulillah, Allah SWT ternyata membantu saya untuk mengatasi tantangan tersebut, sehingga memudahkan langkah saya,” ucapnya.
Nataya berpesan kepada seluruh mahasiswa UNAIR untuk selalu menikmati berbagai proses. Tantangan demi tantangan akan selalu hadir dalam proses perkuliahan, jangan jadikan sebagai alasan untuk menyerah. “Jadilah mahasiswa yang berkualitas dan berkompeten sehingga bisa membanggakan Universitas Airlangga di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Penulis: Akmal
Editor: Ragil Kukuh Imanto





