Trabekulektomi adalah prosedur bedah yang sering digunakan untuk mengobati glaukoma, penyakit mata yang menjadi salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia. Namun, salah satu tantangan terbesar dari operasi ini adalah fibrosis, yaitu pembentukan jaringan parut yang berlebihan di area pembedahan, yang sering kali menyebabkan kegagalan operasi.
Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG) adalah senyawa polifenol utama yang ditemukan dalam teh hijau. Senyawa ini dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-fibrotik. Penelitian terbaru menunjukkan potensi EGCG sebagai terapi tambahan untuk mencegah fibrosis setelah trabekulektomi.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan sel fibroblas Tenon manusia (HTF), yaitu jenis sel yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka dan fibrosis. Penelitian ini membandingkan efek EGCG dengan Mitomycin-C (MMC), agen anti- fibrotik yang umum digunakan dalam operasi glaukoma. Selain itu, kombinasi EGCG dan MMC juga dievaluasi untuk melihat kemungkinan efek sinergis.
Sel-sel fibroblas dibagi ke dalam empat kelompok: (1) kelompok kontrol tanpa perlakuan, (2) kelompok MMC dengan dosis 0,4 mg/mL, (3) kelompok EGCG dengan dosis 50 μM, (4) kelompok kombinasi EGCG 50 μM dan MMC 0,3 mg/mL.
Ekspresi dua protein penting, Transforming Growth Factor-Beta (TGF-β) dan Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), diukur. Kedua protein ini diketahui berkontribusi pada proses fibrosis dan pembentukan jaringan parut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi EGCG dan MMC memberikan hasil terbaik dalam menurunkan ekspresi TGF-β dan VEGF dibandingkan kelompok lainnya. Penurunan ini mengindikasikan potensi kombinasi tersebut dalam
menghambat proses fibrosis secara signifikan. TGF-β Kelompok kombinasi menunjukkan ekspresi terendah, yaitu 28.490,91 ± 1.672,65; Ekspresi VEGF juga paling rendah pada kelompok kombinasi, yaitu 13.293,00 ± 1.195,91.
Temuan ini menunjukkan bahwa EGCG memiliki potensi sebagai terapi adjuvan yang efektif dan mungkin lebih aman dibandingkan MMC tunggal. Jika dikembangkan lebih lanjut, EGCG dapat menjadi bahan dalam obat tetes mata yang dirancang khusus untuk mencegah fibrosis pasca operasi trabekulektomi.
Penelitian ini memberikan harapan baru bagi pasien glaukoma, khususnya dalam meningkatkan keberhasilan operasi trabekulektomi. Dengan efek samping yang lebih minimal dan hasil yang lebih efektif, kombinasi EGCG dan MMC dapat menjadi standar baru dalam pencegahan fibrosis pasca operasi.
Penulis: Kafin Rifqi,2., Evelyn Komaratih 1,2., Yulia Primitasari 1,2., Wimbo Sasono 1,2., Luki Indriaswati 1,2., Djoko Agus Purwanto 3., Rika Agustanti4
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di : https://healthinformaticsjournal.com/index.php/IJMI/article/view/195





