Universitas Airlangga Official Website

Pendekatan Baru untuk Mengatasi Kolaps Gigitan Posterior pada Dewasa dengan Gigitan Silang Anterior Menggunakan 3D-Printed Bite Riser

Pendekatan Baru untuk Mengatasi Kolaps Gigitan Posterior pada Dewasa dengan Gigitan Silang Anterior Menggunakan 3D-Printed Bite Riser
Sumber: HDmall.ID

Kolaps gigitan posterior (posterior bite collapse, PBC) adalah kondisi klinis kompleks yang terjadi akibat terganggunya oklusi gigi posterior. Hal ini sering kali diperparah oleh kehilangan molar, maloklusi ortodontik, atau ketidakseimbangan struktur dentoskeletal. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti penurunan dimensi vertikal oklusal (occlusal vertical dimension, OVD), gangguan temporomandibular, dan periodontitis. Pada pasien dewasa dengan PBC dan gigitan silang anterior, tantangan dalam perawatan menjadi semakin besar karena melibatkan koreksi fungsional dan estetika.

Pendekatan modern dalam perawatan ortodontik kini mengintegrasikan teknologi digital, termasuk pencetakan 3D, untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan perencanaan perawatan. Artikel ini membahas inovasi penggunaan bite riser yang diproduksi melalui pencetakan 3D untuk mengatasi PBC dan gigitan silang anterior. Tujuan utama penerapan teknologi ini di bidang ortodontik adalah untuk meminimalkan jumlah waktu yang dihabiskan oleh para profesional baik dalam pengaturan klinis maupun laboratorium. Tujuannya juga untuk mempercepat proses perawatan sekaligus membuatnya lebih dapat diprediksi, menyenangkan secara estetika, dan nyaman untuk pasien.

PBC sering terjadi akibat hilangnya gigi tanpa penggantian atau migrasi gigi yang berdekatan. Tanpa dukungan oklusal posterior, mandibula dapat bergeser, menyebabkan kesulitan dalam rehabilitasi gigi yang berlawanan. Gejala PBC mencakup: Dimensi vertikal oklusal menurun, yang memengaruhi estetika wajah; Gangguan temporomandibular, yang menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi rahang; Periodontitis progresif, yang memperburuk kesehatan mulut secara keseluruhan.

Dalam dekade terakhir, teknologi pencetakan 3D telah merevolusi perawatan ortodontik. Bite riser yang dicetak secara 3D dirancang khusus untuk meningkatkan OVD dan memfasilitasi pergerakan gigi dengan presisi tinggi. Keunggulan 3D-Printed Bite Riser antara lain yaitu Presisi Tinggi (Pemindaian intraoral dan pencetakan multi-jet menghasilkan peralatan yang sesuai secara anatomi); Non-Invasif (Proses produksi bite riser minim trauma dibandingkan metode konvensional); Efisiensi Waktu (Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk perawatan laboratorium dan klinis). Dalam artikel laporan kasus yang kami lakukan, bite riser 3D dirancang dengan fitur tambahan seperti lubang untuk mini-sekrup (temporary anchorage devices, TAD) dan garis retraksi. Fitur ini memungkinkan stabilitas optimal selama perawatan ortodontik dan koreksi gigitan silang anterior.

Kemanjuran perawatan ortodontik pada orang dewasa bergantung pada persiapan periodontal yang tepat dan pemeliharaan kesehatan jaringan secara konsisten selama semua tahap mekanoterapi. Penatalaksanaan pasien dewasa dengan PBC yang disebabkan oleh kehilangan molar prematur dan pergeseran gigi yang berdekatan selanjutnya menimbulkan tantangan dalam perawatan ortodontik. Ketika PBC disertai dengan gigitan silang pada pasien, perawatan kamuflase memerlukan koreksi melintang dan vertikal. Dalam keadaan seperti itu, posterior bite riser dapat menjadi operasi alternatif yang berguna yang menyederhanakan perawatan ortodontik. Dalam decade terakhir, teknologi digital telah secara dramatis meningkatkan akurasi dan presisinya, memungkinkan alur kerja digital yang lengkap dalam berbagai aplikasi gigi, khususnya ortodontik. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk penggunaan teknik cetak paling tidak invasif, peningkatan efisiensi waktu, dan peningkatan presisi dalam pembuatan peralatan ortodontik. Konsep presisi dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan Tingkat akurasi yang ditunjukkan oleh pemindaian intraoral, sebagaimana dibuktikan oleh banyak laporan, serta presisi 3D yang dicapai oleh teknik pencetakan multi-jet. Untuk mengembalikan OVD, diperlukan pengangkat gigitan yang disesuaikan dengan lubang sekrup dan garis retraksi. Pengangkat gigitan yang disesuaikan ini diproduksi dengan printer 3D, dan lubang di punggung posterior melindungi TAD dari kontak molar atas saat menarik gigi anterior bawah. Peningkatan OVD memiliki berbagai keuntungan, termasuk peningkatan kesehatan mulut dan kesejahteraan secara keseluruhan. Dengan mengoreksi masalah seperti gigitan yang kolaps atau gigi yang rusak, peningkatan OVD dapat meningkatkan estetika wajah. Untuk mencegah kekambuhan, kombinasi retainer tetap dan Hawley digunakan. Tindak lanjut satu tahun menunjukkan stabilitas yang baik sambil menunggu regenerasi tulang setelah prosedur cangkok untuk implan gigi. Integrasi teknologi printer 3D dengan TAD merupakan pendekatan yang layak untuk mengatasi masalah PBC yang disertai gigitan silang anterior. Pentingnya teknologi printer 3D terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan riser gigitan posterior yang dapat memberikan lubang yang akurat untuk keamanan TAD sekaligus menggabungkan garis retraksi. Teknik mengintegrasikan printer 3D dengan perawatan ortodontik memiliki berbagai aplikasi untuk mengoreksi kasus yang rumit dan mengurangi waktu perawatan. Kombinasi ini layak dan harus dipertimbangkan di masa mendatang sebagai bagian dari perencanaan perawatan dan penelitian mendatang.

Integrasi teknologi 3D printing dengan TAD merupakan inovasi signifikan dalam manajemen PBC dengan gigitan silang anterior. Pendekatan ini menawarkan presisi, kenyamanan, dan efisiensi waktu yang lebih baik dibandingkan metode konvensional. Ke depannya, penggunaan teknologi digital dalam ortodontik diharapkan terus berkembang, dengan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan hasil klinis dan memperluas aplikasinya pada kasus yang lebih kompleks. Pendekatan ini tidak hanya menyederhanakan proses perawatan tetapi juga memastikan hasil yang lebih estetis dan fungsional bagi pasien.

Penulis: Prof. Dr. R. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes.

Sumber: Alhasyimi, A. A., Indra, P. ., Rosyida, N. F., Retnaningrum, Y., Setijanto, R. D., & Vázquez-Santos, F. J. . (2024). A novel approach for posterior bite collapse in an adult with crossbite anterior using a 3D-printed bite riser. Dental Journal, 57(4), 292–297.

Link: https://doi.org/10.20473/j.djmkg.v57.i4.p292-297

Baca juga: Surgical Exposure Terbuka pada dua Gigi Insisiv Rahang Atas yang Impaksi secara Horizontal