Universitas Airlangga Official Website

Literasi Kesehatan Mental Calon Pengantin dalam Persiapan Pernikahan

Literasi Kesehatan Mental Calon Pengantin dalam Persiapan Pernikahan
Sumber: Katakini.com

Masalah kesehatan mental telah menjadi perhatian utama di dunia saat ini. Tingkat literasi kesehatan mental yang rendah, kemungkinan akan meningkatkan masalah kesehatan mental. Pernikahan merupakan praktik budaya penting yang memegang peranan penting dalam membangun hubungan keluarga yang sehat, bahagia, dan aman.  Pernikahan yang tidak sehat menyebabkan banyak dampak buruk, diantaranya kesehatan mental dan fisik yang buruk, produktivitas kerja yang rendah, dan kualitas hidup yang buruk bagi pasangan dan anak-anak. Mengatasi masalah perkawinan juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental pasangan.

Saat ini, masih sedikit calon pengantin yang mengumpulkan informasi tentang kesehatan mental, bersamaan dengan mempersiapkan pernikahan. Literasi kesehatan mental saat ini lebih terfokus pada hal umum, dan sangat sedikit yang membahas tentang kesehatan mental dalam persiapan pernikahan. Dengan demikian, diperlukan kajian untuk menilai hubungan literasi kesehatan mental pada calon pengantin. Hasil kajian diharapkan dapat menambah wawasan bagi calon pengantin, masyarakat, dan pembuat kebijakan untuk pengembangan literasi kesehatan mental bagi calon pengantin,  untuk mempersiapkan pernikahan dalam mencapai keluarga yang sehat dan bahagia.

Ada hubungan antara literasi kesehatan mental calon pengantin terhadap kesiapan pernikahan. Kesiapan menikah adalah keadaan siap atau bersedia untuk menjalin hubungan dengan pasangan, menerima tanggung jawab sebagai suami atau istri, berpartisipasi dalam aktivitas seksual, mengatur keluarga, dan merawat anak. Selama ini banyak pasangan yang ingin menikah memandang kesiapan menikah sebagai persiapan pesta pernikahan, padahal kesiapan menikah sebenarnya adalah kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi rumah tangga. Kesehatan mental merupakan salah satu elemen dalam persiapan pernikahan. Calon pengantin yang berusia di atas 20 tahun dan merupakan orang dewasa awal berada dalam bahaya kesulitan kesehatan mental. Literasi kesehatan mental  yang lebih baik di usia muda memiliki dampak langsung dan positif pada kehidupan orang dewasa.

Temuan mengenai hubungan antara literasi kesehatan mental dan status kesehatan mental di kalangan remaja muda adalah penting baik secara teoritis maupun praktis. Tingkat literasi kesehatan mental yang tidak memadai berhubungan dengan tingkat gejala depresi yang lebih tinggi. Dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan mental pada calon pengantin untuk kesiapan pernikahan, perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa pranikah. Pemeriksaan kesehatan mental pada pranikah merupakan konsep baru. Pemeriksaan kesehatan mental pranikah harus dianggap penting, karena menghabiskan hidup dengan seseorang yang menghadapi atau rentan terhadap masalah kesehatan mental yang serius adalah hal yang sulit.

Kesehatan mental calon pengantin merupakan elemen utama dalam kesiapan pernikahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan mental baik dari individu, masyarakat, maupun pemangku kebijakan. Upaya tersebut antara lain melalui kebijakan skrining kesehatan mental pranikah, kampanye penyadaran, pelatihan, dan lokakarya edukasi serta dapat melalui media massa/media sosial berbasis digital.

Penulis : Mahmudah

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

https://www.ajrh.info/index.php/ajrh/article/view/4973/pdf

Baca juga: Peran Pendidikan Dalam Pencegahan Pernikahan Dini