Anak-anak berusia 0-14 tahun sangat rentan terhadap penularan TBC, dan jika mereka tertular, kemungkinan besar mereka akan menderita meningitis tuberkulosis, tuberkulosis milier, atau penyakit paru-paru yang parah. Tantangan yang dihadapi dalam menangani penderita TBC usia anak-anak meliputi kesulitan dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan. Mendiagnosis TBC pada anak memerlukan riwayat dan analisis yang cermat, termasuk kontak riwayat kasus TBC dewasa, pemeriksaan fisik, dan tes tambahan seperti tes kulit tuberkulin dan X-ray. Diperkirakan banyak anak penderita TBC di Indonesia tidak menerima perawatan yang tepat sesuai ketentuan yaitu the Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS).
Dilakukan riset operasional dengan melibatkan 75 DPM (Dokter Praktek Mandiri) pada kelompok intervensi dan 75 DPM pada kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan yaitu pemberian sosialisasi TB-DOTS dan pendampingan dalam melakukan pelaporan penemuan terduga TBC anak yang dilakukan selama 2 (dua) bulan. Kriteria DPM dalam kegiatan ini adalah 1) dokter yang telah berpraktik di Surabaya minimal 1 tahun; 2) bersedia berpartisipasi dengan menandatangani informed consent; 3) ditemukannya kasus anak suspek TBC selama praktik mandiri; dan 6) mempunyai pasien anak dengan gejaka TBC dalam 30 hari sebelumnya.
Hasil dari kegiatan ini adalah sebanyak 84% dokter yang mengikuti sosialisasi TB-DOTS mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Hasil penemuan terduga TB anak adalah, 48,1% anak yang diduga tuberkulosis memiliki kontak dekat dengan orang dewasa pasien TBC. Didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa kelompok intervensi, mengidentifikasi lebih banyak anak yang diyakini mengidap tuberkulosis dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terjadi peningkatan pada identifikasi anak suspek tuberkulosis oleh dokter swasta yang telah melalui sosialisasi TB-DOTS dan pendampingan rutin.
Penulis : Rosita Dwi Yuliandari, Chatarina Umbul Wahyuni, Fariani Syahrul,
Kurnia Dwi Artanti, Muji Sulistyowati, Hari Basuki Notobroto,
M. Bagus Qomaruddin, Yudied Agung Mirasa, Soedarsono
Dimuat di : African Journal of Reproductive Health
Vol 28. No. 10s tahun 2024
https://www.ajrh.info/index.php/ajrh/article/view/4936





