Kanker kolorektal adalah kanker yang menyebabkan mortalitas kedua di dunia, dengan perkiraan 935.173 kematian pada tahun 2020 (WHO, 2020). Pasien dengan kanker kolorektal stadium I dan II memiliki tingkat keberlangsungan hidup 5 tahun mencapai 93%, sedangkan menurun menjadi 60%, 42% dan 25% berturut-turut untuk pasien dengan stadium IIIA, IIIB dan IIIC. Namun, sebagian besar pasien dengan kanker kolorektal metastase stadium IV sulit disembuhkan, dengan tingkat keberlangsungan hidup 5 tahun <10% (Van Cutsem et al., 2013). Penelitian terkait perbandingan keberlangsungan hidup rerata FOLFOX dan FOLFIRI adalah 21,5 bulan pada 109 pasien yang dialokasikan ke FOLFIRI lalu FOLFOX. Lalu, sekitar 20,6 bulan pada 111 pasien yang dialokasikan ke FOLFOX lalu FOLFIRI (P 0,99). Terapi lini pertama, FOLFIRI mencapai tingkat respons (RR) 56% dan PFS (Progression Free Survival) median 8,5 bulan, dibandingkan FOLFOX yang mencapai 54% RR dan PFS median 8,0 bulan (P 0,26). FOLFIRI lini kedua mencapai 4% RR dan 2,5 bulan PFS median, dibandingkan FOLFOX yang mencapai 15% RR dan 4,2 bulan PFS (Tournigand et al., 2004).
Isi Tulisan Metode Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif yang dilakukan pada 39 pasien kanker kolorektal berusia ≥18 tahun yang terdiagnosis pertama kali dengan atau tanpa komorbid / komplikasi pada 2018-2022; yang mendapatkan perawatan kemoterapi FOLFOX dan FOLFIRI; pengumpulan data penelitian dilakukan pada Mei – Juli 2023. Hasil dan Pembahasan Penelitian analisis regimen kemoterapi dilakukan pada 39 pasien yang memenuhi kriteria inklusi untuk kanker kolorektal yang menerima regimen kemoterapi pertama kali. Penelitian dilakukan pada pasien di Instalasi Onkologi Terpadu (IOT) RS Universitas Airlangga Surabaya. Kelompok pasien yang menerima FOLFOX berjumlah 27 pasien dan 12 pasien pada kelompok FOLFIRI. Distribusi sampel untuk komorbid pasien kanker kolorektal tidak menunjukkan adanya perbedaan antar regimen (p > 0,05).
Berdasarkan analisis Kapplan Meier, persentase keberlangsungan hidup dua tahun pada pasien kanker kolorektal dengan regimen FOLFOX adalah 51,9% dan rerata waktu keberlangsungan hidup 16,8 ± 1,51 bulan. Sedangkan untuk pasien yang menerima regimen FOLFIRI memiliki persentase keberlangsungan hidup mencapai 58,3% dengan rerata waktu keberlangsungan hidup 18,2 ± 2,01 bulan (p >0,05). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan FOLFIRI memiliki kecenderungan waktu keberlangsungan hidup lebih panjang dibandingkan FOLFOX, tetapi tidak signifikan secara statistik. Karena keterbatasan sampel pada FOLFIRI, analisis Kapplan Meier pada pasien stadium awal tidak dapat dilakukan, sehingga analisis keberlangsungan hidup dua tahun lanjutan dilakukan pada pasien kanker kolorektal stadium lanjut. Hasil persentase keberlangsungan hidup pasien kanker kolorektal stadium lanjut regimen FOLFOX adalah 53,8% dan FOLFIRI 66,7% (p >0,05). Sedangkan rerata waktu keberlangsungan hidup dua tahun pada pasien stadium lanjut regimen FOLFOX mencapai 17,35 ± 1,47 bulan dan FOLFIRI mencapai 20,00 ± 3,26 bulan.
Setelah analisis Kapplan Meier, dilakukan analisis regresi cox untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan hidup pasien kanker kolorektal. Hasil analisis antara faktor-faktor yang berpengaruh dengan keberlangsungan hidup yang menerima FOLFOX menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signfikan (p<0,05) pada status kemoterapi (HR 3,883 (CI95% 1,195-12,169)). Hal ini berarti bahwa pasien yang menjalani siklus kemoterapi tidak lengkap (<12 siklus) memiliki risiko mortalitas sebesar 3,883 kali dibandingkan pasien yang menjalani kemoterapi lengkap (12 siklus). Rerata pasien yang menerima siklus kemoterapi tidak lengkap 5,26 kali. Hasil analisis faktor lainnya yang mempengaruhi keberlangsungan hidup pada kelompok FOLFOX tidak menunjukkan adanya pengaruh (p >0,05), meliputi : jenis kelamin, usia, stadium, metastase, dan komorbid. Hasil analisis faktor yang berpengaruh pada FOLFIRI juga tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada faktor apapun (p >0,05).
Kesimpulan
Hasil penelitian analisis regimen kemoterapi terhadap survival rate pasien kanker kolorektal (N = 39) dapat disimpulkan bahwa Persentase keberlangsungan hidup dua tahun pada pasien kanker kolorektal dengan regimen FOLFOX sebesar 51,9% dengan rerata keberlangsungan hidup mencapai 16,8 ± 1,51 bulan dan regimen FOLFIRI 58,3% mencapai 18,2 ± 2,01 bulan. Pasien kanker kolorektal yang menerima regimen FOLFOX tidak lengkap (<12 siklus) memiliki risiko mortalitas sebesar 3,8 kali lipat dibandingkan pasien yang menerima siklus lengkap (12 siklus). Hasil analisis faktor lainnya pada FOLFOX tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap keberlangsungan hidup (p >0,05), meliputi : jenis kelamin, usia, stadium, metastase, dan komorbid. Analisis faktor yang mempengaruhi keberlangsungan hidup pada FOLFIRI juga tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada faktor apapun (p >0,05).
Nama Lengkap : Prof. Dr. apt. Yulistiani, M.Si
NIP : 196604281992032001
Nomor HP : 081131119900
Link Artikel Jurnal : https://pharmacypractice.org/index.php/pp/article/view/3024





