Deep circumscribed morphea ditandai dengan indurasi dalam pada kulit yang dapat meluas ke otot dan tulang di bawahnya. Laporan ini membahas kasus seorang anak laki-laki berusia 3 tahun yang dengan beberapa plak eritematosa hingga keunguan dengan atrofi subkutan yang mempengaruhi daerah pipi, mulut, rahang, dan leher. Kondisi ini mengakibatkan kesulitan menelan makanan berukuran besar, dan pada biopsi kulit didapatkan diagnosis morphea.
Pasien diberikan kortikosteroid sistemik dengan dosis tapering-off selama 20 minggu dan Metotreksat oral selama 24 minggu. Terdapat perbaikan klinis pada lesi secara klinis dengan berkurangnya hiperpigmentasi pada lesi, berkurangnya indurasi dan tidak adanya kesulitan menelan. Pasien masih dipantau untuk menilai perkembangan lesi dan aktivitas penyakit.
Diagnosis dan pengobatan dini diperlukan untuk mengurangi bahaya, seperti gejala lanjutan terkait estetika dan gangguan fungsional, yang mungkin disebabkan oleh aktivitas yang tidak terganggu. Penanganan tergantung pada kedalaman dari keterlibatan lesi dan luasnya penyakit, terutama difokuskan pada membatasi penyakit aktivitas. Morphea dapat sembuh sendiri, tetapi sering kali kambuh, kambuh, atau kronis, mengakibatkan beban penyakit yang signifikan dari waktu ke waktu.
Penulis: dr. Bonnie Yudistha Anggawirya
Informasi lebih lengkap dari tinjauan Pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/2522
Deep circumscribed morphea: A case report
Bonnie Yudistha Anggawirya, Diah Mira Indramaya, Putri Hendria Wardhani, Yuri Widia,
Irmadita Citrashanty, Sawitri Sawitri, Iskandar Zulkarnain





