Universitas Airlangga Official Website

Potensi DBDS dan Secretome Adiposed-Derived Mesenchymal Stem Cell sebagai Alternatif GBR

Tulang kraniofasial merupakan bagian tubuh manusia yang sering mengalami cedera kompleks akibat kerusakan, baik karena sebab alamiah maupun sebab lain yang memerlukan penanganan bedah. Pada kasus kecelakaan tulang kraniofasial yang luas, pemulihan langsung tidak dapat terjadi karena melebihi kapasitas regeneratif alami tubuh. Oleh karena itu, diperlukan material alternatif tambahan yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Material ini diharapkan memiliki sifat osteointegrasi yang sangat baik.

Osteoblas berperan besar dalam memodifikasi tulang yang cedera. Pada saat yang sama, osteoklas bekerja untuk menyerap tulang. Kedua mekanisme ini berperan dalam homeostasis tulang dengan peran berbagai proses molekuler hingga perbaikan tulang selesai. Runt-related transcription factor 2 (RUNX2) merupakan salah satu sitokin penting dalam diferensiasi sel punca mesenkimal menjadi sel osteoprogenitor dalam pembentukan tulang baru. Membran kolagen telah diproduksi oleh pabrik, yang berasal dari perikardium babi. Kelemahan membran ini adalah harganya yang mahal sehingga tidak kompatibel untuk diaplikasikan pada defek tulang yang sangat luas dan biaya perawatan yang tinggi.

Salah satu biomaterial yang saat ini sedang dikembangkan adalah Demineralized Bovine Dentin Sponge (DBDS) yang berasal dari dentin sapi. Tujuan dari kajian pustaka ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran DBDS yang dikombinasikan dengan Secretome Adiposed-Derived Mesenchymal Stem Cells yang diharapkan dapat menjadi alternatif baru sebagai GBR. Pencarian sumber pustaka dilakukan melalui pangkalan data PubMed untuk mendapatkan pustaka yang mendukung simpulan yang diambil dari kajian pustaka ini.

Pada review ini dibahas mengenai Aplikasi kombinasi DBDS Secretome Adiposed-Derived Mes enchymal Stem Cell sebagai GBR, yang diharapkan mampu meningkatkan protein growth factor pada area defek tulang yang besar. Review artikel ini telah terbit pada Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences (2024) 20(SUPP12):184-189 doi:10.47836/mjmhs.20.s12.26

Penulis: Dr. Pratiwi Soesilowati, drg., M.Kes.

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2024123117152526_0209.pdf