Universitas Airlangga Official Website

Pendekatan Diagnostik Dermatitis Malassezia pada Anjing: Peran Pemeriksaan Wood’s lamp dan Pemeriksaan Mikroskopis Scraping kulit

Malassezia sp adalah genus jamur lipofilik yang umumnya ditemukan sebagai flora normal pada kulit dan mukosa anjing. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti penurunan imunitas atau perubahan kondisi kulit, jamur ini dapat berproliferasi secara berlebihan dan menyebabkan dermatitis yang ditandai dengan gejala seperti pruritus, eritema, dan seborrhea (Pribadi, 2015).
Kegiatan koasistensi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) gelombang 42 di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga pada tanggal 13 November 2024,
ditemukan kasus seekor anjing dengan ras mix poodle berjenis kelamin betina, berusia 6 tahun dengan berat badan 4,6 kg yang mengalami dermatitis akibat Malassezia di hampir seluruh
tubuhnya terutama pada area leher hingga abdomen dan ekstremitasnya. Kasus ini menunjukkan bagaimana infeksi Malassezia dapat berkembang pada anjing dengan faktor predisposisi tertentu dan pentingnya diagnostik yang tepat untuk menentukan terapi yang efektif.

Diagnosa infeksi Malassezia dapat dilakukan dengan berbagai metode, termasuk pemeriksaan menggunakan Wood’s lampdan pemeriksaan mikroskopis scraping kulit. Wood’s lamp bekerja dengan memancarkan sinar ultraviolet untuk mendeteksi fluoresensi pada lesi kulit. Meskipun Malassezia tidak selalu menunjukkan fluoresensi, pemeriksaan ini tetap penting dalam
mengidentifikasi kemungkinan infeksi jamur lain atau kelainan kulit yang memiliki gejala serupa (Wijaya dkk, 2018). Oleh karena itu, Wood’s lamp dapat digunakan sebagai metode skrining awal sebelum pemeriksaan mikroskopis yang lebih spesifik dilakukan untuk mengonfirmasi keberadaan Malassezia pada kulit anjing (Adiyati & Pribadi, 2014).

Pemeriksaan mikroskopis scraping kulit merupakan metode utama dalam konfirmasi infeksi Malassezia. Dengan teknik ini, sel jamur berbentuk bulat hingga lonjong dengan tunas monopolar yang khas dapat diidentifikasi secara langsung (Sudipa dkk, 2021). Kombinasi antara pemeriksaan Wood’s lamp dan mikroskopis meningkatkan akurasi diagnosis serta membantu dalam menentukan terapi yang lebih tepat untuk menangani infeksi Malassezia pada anjing.

 

Pemeriksaan Wood’s lamp
Wood’s lamp memancarkan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang sekitar 365 nm dan digunakan untuk mendeteksi fluoresensi pada lesi kulit. Pada beberapa infeksi jamur, seperti dermatofitosis, lesi dapat menunjukkan fluoresensi hijau apel (neon) saat diperiksa dengan wood’s lamp (Pribadi, 2015).

Pemeriksaan Mikroskopis scraping kulit
Pemeriksaan mikroskopis scraping kulit adalah metode diagnostik yang umum digunakan untuk mendeteksi keberadaan Malassezia pada kulit anjing. Sampel diambil dengan mengerok area tepi lesi menggunakan pisau bedah steril, kemudian ditempatkan pada kaca objek dan ditetesi dengan larutan kalium hidroksida (KOH) 10% untuk melarutkan keratin. Setelah itu, sampel
diperiksa di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi sel-sel jamur. Malassezia spp. memiliki morfologi khas berupa sel bulat hingga lonjong dengan dinding tebal dan tunas monopolar (Sudipa dkk, 2021). Dalam sebuah penelitian, pemeriksaan mikroskopis scraping kulit pada anjing dengan dermatitis menunjukkan adanya sel-sel Malassezia yang berproliferasi, mengonfirmasi peran jamur ini dalam patogenesis dermatitis pada anjing (Pribadi, 2015).

Kegiatan pemeriksaan dan diagnosis dermatitis akibat infeksi Malassezia pada anjing mencerminkan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

  1. SDG 3: Good Health and Well-being
    Infeksi Malassezia dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada hewan dengan gejala seperti pruritus, eritema, dan seborrhea. Diagnosis yang tepat menggunakan Wood’s lamp dan mikroskopis scraping kulit memungkinkan terapi yang efektif sehingga meningkatkan kesejahteraan hewan. Selain itu, penanganan infeksi jamur ini juga berkontribusi pada konsep One Health, yaitu keterkaitan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.
  2. SDG 4: Quality Education
    Pemeriksaan dermatitis akibat Malassezia dilakukan sebagai bagian dari program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH), yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menangani kasus klinis nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh keterampilan diagnostik yang lebih baik, meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran hewan, dan memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi dalam menangani penyakit kulit pada hewan.
  3. SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure
    Penggunaan teknologi seperti Wood’s lamp dalam skrining awal infeksi jamur menunjukkan bagaimana inovasi dalam diagnostik veteriner terus berkembang. Teknologi ini membantu dokter hewan dalam mendeteksi penyakit dengan lebih cepat dan akurat, meningkatkan efektivitas terapi, serta mempercepat pemulihan hewan.
  4. SDG 12: Responsible Consumption and Production
    Dalam proses diagnosis dan terapi dermatitis Malassezia, pemakaian alat dan bahan medis seperti larutan KOH 10%, kaca objek, serta peralatan steril harus dilakukan secara efisien untuk mengurangi pemborosan sumber daya. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab di sektor kesehatan hewan.
  5. SDG 15: Life on Land
    Perawatan dan pengobatan penyakit kulit pada anjing berkontribusi terhadap kesejahteraan hewan domestik dan keseimbangan ekosistem. Hewan yang sehat dapat berperan lebih baik dalam lingkungan sosial manusia serta membantu mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang berpotensi menular ke manusia.

Infeksi Malassezia pada anjing dapat menyebabkan dermatitis dengan gejala seperti pruritus, eritema, dan seborrhea. Diagnosis infeksi ini memerlukan kombinasi pemeriksaan, termasuk wood’s lamp dan mikroskopis scraping kulit. Meskipun Malassezia tidak selalu menunjukkan fluoresensi, pemeriksaan wood’s lamp tetap berperan sebagai metode skrining awal yang mendukung diagnosis. Pemeriksaan mikroskopis scraping kulit menjadi metode utama untuk mengidentifikasi keberadaan Malassezia secara langsung (Safira Izza Karimah)