Universitas Airlangga Official Website

Olahraga Aerobik Meningkatkan Sirtuin

Group of young sporty people doing exercises together in bright and spacious gym. Happy men and women doing aerobics exercises lifting high knees in gym. Fitness, sport, aerobics and people concept.

Obesitas dikaitkan dengan penurunan kadar protein sirtuin 1 (SIRT1) dan SIRT3. Penurunan ini dapat mengganggu aktivitas SIRT1 dan SIRT3, yang menyebabkan berkurangnya pertahanan antioksidan, peningkatan stres oksidatif, gangguan oksidasi asam lemak, dan berkurangnya pengeluaran energi. Perubahan ini dapat berkontribusi pada keseimbangan energi positif dan penambahan berat badan jangka panjang.

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menyelidiki dampak latihan intensitas sedang terhadap peningkatan kadar SIRT1 dan SIRT3 pada wanita obesitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain true experiment yang melibatkan 20 wanita obesitas berusia 20-30 tahun, dibagi menjadi dua kelompok eksperimen: kelompok kontrol (CG, n = 10) dan kelompok latihan (EXG, n = 10). Intervensi terdiri dari latihan intensitas sedang selama 40 menit (60-70% HRmax), dengan frekuensi 5 kali per minggu selama 2 minggu. ELISA digunakan untuk mengukur kadar SIRT1 dan SIRT3 sebelum dan sesudah latihan pada semua sampel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar SIRT1 rata-rata sebelum latihan antara CG dan EXG adalah (1,08 ± 1,09 vs 0,89 ± 0,39 ng/ml, P = 0,611), dan setelah latihan (1,01 ± 0,89 vs 2,32 ± 1,79 ng/ml, P = 0,047) dan memiliki ukuran efek yang besar dengan nilai d Cohen sebesar 0,927. Kadar SIRT3 sebelum latihan antara CG dan EXG adalah (0,98 ± 0,77vs 1,01 ± 0,84 ng/ml, P = 0,939), dan setelah latihan (0,61 ± 0,21 vs 1,85 ± 1,45 ng/ml, P = 0,025) dan memiliki ukuran efek yang besar dengan nilai d Cohen sebesar 1,197.

Studi ini menemukan peningkatan kadar SIRT1 dan SIRT3 pada kelompok latihan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Oleh karena itu, menggabungkan latihan intensitas sedang dapat direkomendasikan sebagai strategi terapi yang aman dan hemat biaya untuk mengelola obesitas, menawarkan pendekatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan metabolisme pada individu yang mengalami obesitas.

Ditulis oleh: Purwo Sri Rejeki

Artikel lengkap bisa dilihat di https://brill.com/view/journals/cep/aop/article-10.1163-17552559-00001074/article-10.1163-17552559-00001074.xml

Sitasi:

U. Al Qorni, N.R. Ardy, A. Nirwana, A.R. Sari, D. Damayanti, P.S. Rejeki, B. Purwanto, S. Halim and A. Pranoto, Comparative Exercise Physiology (2024) DOI:10.1163/17552559-00001074