UNAIR NEWS – Public speaking bukan sekadar berbicara di depan banyak orang. Lebih dari itu, keterampilan menjadi kunci membangun koneksi, memperluas pengaruh, dan menciptakan perubahan positif. Inilah pesan utama yang disampaikan Reza Nafi Rizqi Musyaffa saat melatih para awardee Beasiswa Unggulan Universitas Airlangga (UNAIR) dalam pelatihan bertajuk Upgrade Softskills: Elevate Your Personal Branding and Public Speaking Skills pada Sabtu (26/4/2025).
Pentingnya Public Speaking di Era Modern
Reza menekankan berbagai manfaat menguasai public speaking, mulai dari meningkatkan rasa percaya diri, memperluas jaringan profesional, mempercepat kemajuan karir, hingga mengasah kemampuan berkomunikasi dan persuasi. “Public speaking adalah investasi untuk pengembangan diri jangka panjang. Dengan berbicara efektif, kita juga menginspirasi lebih banyak orang,” ungkap Founder & President 180 Degrees Consulting UNAIR.
Selain itu, penguasaan public speaking, disebutnya mampu menghilangkan rasa takut berbicara spontan dan memperkuat kemampuan berargumentasi yang logis.
Authenticity, Audience, Authority
Reza memperkenalkan tiga prinsip dasar dalam public speaking, yakni authenticity (keaslian), audience (pemahaman audiens), dan authority (membangun kredibilitas).
“Jadilah autentik, pahami siapa audiens kita, dan tunjukkan otoritas lewat persiapan yang matang. Ini tiga pondasi agar pesan kita bisa sampai dengan kuat,” jelasnya.
Untuk membangun kepercayaan diri, Reza menyarankan tiga langkah sederhana: practice, don’t try to be perfect, dan take it easy. Ia mengingatkan bahwa latihan terus-menerus dapat mengurangi kecemasan, menerima ketidaksempurnaan, dan pentingnya menjaga ketenangan saat berbicara.
Strategi Membuat Audiens Terhubung
Selain membangun rasa percaya diri, Reza juga berbagi tips menjaga keterlibatan audiens. Menurutnya, penggunaan anekdot pribadi, elemen interaktif, humor, hingga ajakan bertindak (call to action) dapat membuat audiens lebih fokus dan terhubung dengan pesan yang disampaikan.
“Public speaking yang kuat itu bukan monolog, tetapi dialog yang membangun koneksi,” tegas Reza.
Di akhir sesi, Reza juga mengingatkan pentingnya bahasa tubuh. Mulai dari menjaga kontak mata, tersenyum, memperhatikan gerakan tangan, postur tubuh, hingga tetap santai saat tampil di depan umum.
“Kita bukan hanya bicara lewat kata-kata, tapi juga lewat ekspresi tubuh kita,” pungkasnya.
Penulis: Nafiesa Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





