Universitas Airlangga Official Website

Prof Gancar dalam Workshop LPJPHKI UNAIR Tekankan Pentingnya Daya Pembeda Merek

Prof Dr Gancar Candra Premananto CI CDM QCRO AIBIZ CCC saat memaparkan materi merek pada kegiatan Workshop Get to Know HKI (foto: Istimewa)
Prof Dr Gancar Candra Premananto CI CDM QCRO AIBIZ CCC saat memaparkan materi merek pada kegiatan Workshop Get to Know HKI (foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) kembali berikan upaya dukung pengembangan jurnal di internal Universitas Airlangga (UNAIR). Kali ini, LPJPHKI hadirkan Workshop Get to Know HKI, Strategi Perlindungan Merek bagi Akademisi. Kegiatan ini terlaksana pada Selasa (26/5/2026) di Aula Bima Suci, Gedung Airlangga Convention Center, Kampus MERR – C UNAIR.

Dalam sambutannya, sekretaris LPJPHKI, Prof Dr Dessy Harisanty SSos MA menegaskan bahwa potensi pendaftaran merek di lingkungan akademik sangat besar dan perlu mendapat perlindungan sejak awal. Menurutnya, merek merupakan identitas produk yang penting untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain ketika produk berkembang. “Merek itu identitas produk yang harus dilindungi,” ujarnya. 

Sekretaris LPJPHKI, Prof Dr Dessy Harisanty SSos MA saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Get to Know HKI (foto: Istimewa)
Merek Sebagai Daya Pembeda

Pembicara pertama, Prof Dr Gancar Candra Premananto CI CDM QCRO AIBIZ CCC menjelaskan bahwa merek bukan sekadar nama, melainkan identitas yang memiliki daya pembeda di tengah persaingan. Ia menilai kekuatan merek terletak pada kemampuannya membangun persepsi dan loyalitas masyarakat terhadap suatu produk. “Merek harus memiliki ciri khas, baik dari nama, desain, warna, maupun asosiasi yang melekat di benak konsumen,” jelasnya. 

Selain membahas pentingnya brand identity dan brand equity, Prof Gancar juga menilai UNAIR memiliki potensi besar dalam memperkuat reputasi melalui perlindungan merek berbasis inovasi akademik. Menurutnya, capaian universitas perlu beriringan dengan peningkatan hak kekayaan intelektual, khususnya merek. “Saat ini tugas kita bersama membangun ekuitas merek Universitas Airlangga agar semakin terkenal luas dan memiliki dampak yang kuat,” imbuhnya.

Merek Dagang dan Jasa

Dalam sesi berikutnya, Dr dr Brahmana Askandar Tjokroprawiro SpOG KOnk dan Yoga Uta Nugraha ST MT membagikan pengalaman mereka dalam membangun serta melindungi merek. dr Brahmana menjelaskan merek “TAS” (Tanya Apa Saja) yang telah ia daftarkan untuk memperkuat identitas webinar rutinnya. “Merek ini sudah saya daftarkan untuk memperkuat identitas dan kredibilitas webinar yang telah berjalan lebih dari 260 seri,” tegasnya.

Sementara itu, Yoga membagikan pengalaman terkait merek kendaraan listrik “GESITS” yang sempat terkendala karena nama serupa telah lebih dahulu terdaftar. Ia menekankan pentingnya segera mendaftarkan merek agar tidak didahului pihak lain. “Begitu kita punya produk atau kegiatan, sebaiknya langsung kita kunci dulu mereknya daripada keduluan pihak lain,” tekannya.

Yoga menilai UNAIR telah memiliki ekosistem HKI yang semakin terstruktur sehingga memudahkan dosen dan mahasiswa dalam mengurus perlindungan karya. Lebih lanjut, dr Brahmana menambahkan bahwa kekuatan merek juga terletak pada konsistensi kualitas dan kredibilitas institusi. “Yang kita jual sebenarnya adalah nama dan kredibilitas UNAIR, sehingga sayang kalau tidak dilindungi mereknya,” ujar dr Brahmana..

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto