Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Keperawatan Indonesia Maknai Caring Sebagai Inti Praktik Klinis

Perilaku Kepedulian Mahasiswa Keperawatan
Sumber: Skuling

Dalam dunia keperawatan, kemampuan untuk merawat dengan empati dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermakna. Studi terbaru yang dilakukan oleh Herdina Mariyanti dan tim dari Universitas Airlangga mengungkapkan bahwa mahasiswa keperawatan di Indonesia memaknai perilaku caring sebagai inti dari praktik keperawatan yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan klinis.

Melalui pendekatan fenomenologi deskriptif, penelitian ini menggali persepsi 20 mahasiswa keperawatan yang tengah menjalani praktik klinik di Surabaya, dan menemukan tujuh tema utama tentang makna caring, mulai dari usaha maksimal dalam memenuhi kebutuhan pasien hingga pentingnya dukungan emosional dan spiritual.

Penelitian ini menyoroti bahwa bagi mahasiswa, caring bukan sekadar tindakan teknis, tetapi mencakup kasih sayang, kesadaran akan kebutuhan unik tiap pasien, hingga sikap profesional tanpa diskriminasi. Mereka melihat caring sebagai refleksi nilai dasar kemanusiaan dalam praktik keperawatan, yang tidak hanya menyentuh aspek fisik tetapi juga mencakup dimensi psikologis, sosial, dan spiritual.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa “caring adalah bagaimana kita memahami rasa sakit dan kecemasan pasien, bukan hanya memberikan obat atau memeriksa tanda vital.” Temuan ini memperkuat teori caring dari tokoh keperawatan seperti Leininger dan Swanson, yang menempatkan perhatian dan pengertian terhadap pasien sebagai proses penting dalam hubungan terapeutik.

Menariknya, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan mampu menjaga profesionalisme meski dalam kondisi lelah atau menghadapi tantangan pribadi. Mereka menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan pengetahuan dalam praktik keperawatan yang berkualitas. Selain itu, caring juga diartikan sebagai dukungan holistik terhadap pasien—baik dalam bentuk bantuan fisik, dukungan emosional, hingga dorongan spiritual. Dalam konteks budaya Indonesia yang sarat dengan nilai kekeluargaan dan religiusitas, makna caring ini menjadi sangat relevan dan kontekstual.

Studi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan keperawatan di Indonesia. Penulis merekomendasikan agar kurikulum klinik lebih menekankan pengalaman langsung dan refleksi mendalam terhadap nilai caring. Selain itu, ke depan, diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan yang lebih luas, melibatkan tenaga pendidik dan perawat klinis, guna memperkuat pemahaman kolektif mengenai praktik caring di dunia nyata.

Temuan ini diharapkan mampu mendorong institusi pendidikan dan rumah sakit untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung terbentuknya perawat-perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga peduli secara mendalam terhadap pasien.

Penulis : Herdina Mariyanti, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., Department of Basing Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Research Group in Medica-Surgical Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Jurnal dapat diakses pada https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/23779608241312485