Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan kasus di Kabupaten Lamongan. Banyak pasien yang baru terdiagnosis menghadapi tantangan besar, terutama dalam beradaptasi dengan perubahan pola hidup yang dibutuhkan untuk mengelola kondisi ini. Proses adaptasi menjadi aspek penting dalam perjalanan menuju pengendalian penyakit yang lebih baik.
Diagnosis diabetes mellitus umumnya membawa dampak psikologis yang cukup signifikan bagi pasien. Perasaan cemas, takut, hingga penolakan sering kali muncul pada tahap awal. Kondisi ini memerlukan waktu dan pendekatan yang tepat agar pasien dapat menerima diagnosis dengan baik dan mulai menjalani pengelolaan penyakit secara konsisten.
Salah satu langkah awal dalam proses adaptasi adalah kesadaran pasien untuk menerima kondisi kesehatannya. Penerimaan ini penting agar pasien dapat menjalani perubahan gaya hidup yang diperlukan, seperti menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta disiplin dalam mengonsumsi obat atau insulin bila diperlukan.
Di Kabupaten Lamongan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung proses adaptasi pasien diabetes. Fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas aktif memberikan edukasi mengenai manajemen diabetes, mulai dari pengaturan asupan makanan, pengenalan indeks glikemik, hingga pentingnya pemeriksaan kadar gula darah secara berkala. Program-program edukatif ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran dan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya.
Selain edukasi, peran keluarga juga menjadi faktor pendukung yang sangat berpengaruh. Pasien yang mendapatkan dukungan emosional dan bantuan dalam menjalani perubahan kebiasaan umumnya mampu beradaptasi lebih cepat dan menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi terhadap pengobatan dan pola hidup sehat.
Beberapa kecamatan di Lamongan juga mulai mengembangkan komunitas atau kelompok pendamping pasien diabetes, yang berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan saling memberikan motivasi. Kegiatan seperti senam rutin, diskusi kelompok, dan pelatihan memasak makanan sehat menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam mendampingi pasien.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan dukungan lintas sektor, proses adaptasi pasien baru diabetes mellitus di Kabupaten Lamongan menunjukkan hasil yang positif. Pasien yang mampu beradaptasi dengan baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik serta mampu mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang.
Melalui peningkatan literasi kesehatan dan pendekatan yang bersifat promotif serta preventif, diharapkan lebih banyak pasien yang dapat menjalani hidup sehat dan produktif meskipun hidup dengan diabetes. Pemerintah daerah dan tenaga kesehatan terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap deteksi dini dan pengelolaan penyakit tidak menular, termasuk diabetes mellitus, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Lamongan yang sehat dan tangguh.
Penulis : Lingga Curnia Dewi, S.Kep., Ns., M.Kep.
Jurnal dapat diakses pada https://doi.org/10.22442/JLUMHS.2025.01255





