Ikan gurami merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup diminati dan bernilai ekonomis di Indonesia sehingga banyak yang membudidayakannya. Namun, penyakit bakterial menjadi kendala dalam aktivitas budidaya ikan gurami. Penyakit bakterial yang menjadi kendala dalam budidaya ikan gurami adalah Edwardsiellosis yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella tarda. Selama ini, para pembudidaya ikan gurami banyak menggunakan antibiotik untuk mengatasi Edwardsiellosis.
Padahal penggunaan antibiotik memiliki banyak kekurangan seperti mencemari lingkungan dan menyebabkan resistensi pada host. Salah satu cara yang bisa diupayakan adalah penggunaan bahan alami seperti daun puring/kroton (Codiaeum variegatum) untuk mengobati ikan gurami yang terserang bakteri E. tarda. Hal ini dikarenakan daun tersebut memiliki banyak kanudngan antibakteri yang dapat melawan infeksi bakteri E. tarda.
Penelitian ini menggunakan pendekatan dua tahap, yaitu identifikasi senyawa antibakteri dari daun puring/kroton dan efektivitasnya terhadap bakteri E. tarda. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), daun puring/kroton dengan dosis 500 (P1), 550 (P2), 600 (P3), 650 (P4), dan 700 mg/L (P5) (tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun puring/kroton terutama mengandung senyawa antibakteri flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid.
Pemanfaatan ekstrak mentah daun puring/kroton berpengaruh nyata terhadap hematologi ikan gurami yang terinfeksi. Hasil penelitian menujukkan bahwa dosis 600 mg/L merupakan dosis yang paling efektif untuk mengatasi infeksi E. tarda pada ikan gurami, sehingga terjadi perbaikan parameter hematologi secara nyata. Selain itu, pemeriksaan histopatologi menunjukkan peningkatan profil jaringan, terbukti dari skor kongesti, nekrosis, dan degenerasi yang lebih rendah. Selain itu, setelah diobati dengan ekstrak daun puring/kroton frngsn dosis 600 mg/L, tingkat kelangsungan hidup ikan gurami dapat mencapai 83%. Temuan ini menggarisbawahi potensi daun puring/kroton sebagai pengobatan yang menjanjikan untuk mengobati infeksi ikan gurami yang disebabkan oleh E. tarda.
Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://dx.doi.org/10.21608/ejabf.2025.418391
Fauziyyah, A., Syaifurrisal, A., Santanumurti, M., Prajitno, A., Fadjar, M., Riyadi, F., Sari, P. D. W., & Abualreesh, M. (2025). The Effect of the Croton Leaf (Codiaeum variegatum) Against Edwardsiella tarda Infection in the Gourami Fish (Osphronemus gouramy). Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 29(2), 1029-1044.





