Universitas Airlangga Official Website

Green Sovereign Sukuk, Inovasi Keuangan Berkelanjutan Indonesia di Pasar Global

Sumber: Kelas.work
Sumber: Kelas.work

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan pembiayaan berkelanjutan, Indonesia telah mengambil langkah inovatif dengan menerbitkan Green Sovereign Sukuk sejak tahun 2018. Instrumen keuangan ini menjadi alternatif bagi pemerintah dalam mendukung proyek-proyek ramah lingkungan serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Dengan posisi sebagai negara kepulauan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, Indonesia juga rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan. Berdasarkan estimasi USAID pada tahun 2016, kerugian ekonomi akibat bencana alam di Indonesia diproyeksikan mencapai 132 triliun rupiah (US$9,5 miliar) pada tahun 2050. Oleh karena itu, Green Sovereign Sukuk hadir sebagai instrumen fiskal yang secara khusus dialokasikan untuk mengatasi isu lingkungan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sukuk negara telah menjadi instrumen keuangan yang semakin diminati oleh investor global. Hingga saat ini, Green Sovereign Sukuk Indonesia menjadi pelopor dalam pasar keuangan Islam global, dengan total penerbitan mencapai US$3,5 miliar. Keberhasilan ini juga menempatkan Indonesia sebagai penerbit Sovereign Islamic Bonds terbesar di dunia, dengan nilai total mencapai US$18,15 miliar, mengungguli negara-negara lain seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Turki. Keunggulan Green Sovereign Sukuk Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional, termasuk penghargaan The Most Innovative Debt Management Office (DMO) Issuer of Sovereign Islamic Bond dari London Islamic Bond Summit.

Penerbitan Green Sovereign Sukuk memiliki peran strategis dalam mendukung proyek hijau dan mitigasi risiko perubahan iklim, yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam sektor energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, serta aksi iklim. Meski demikian, pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih tergolong rendah akibat tingginya biaya produksi. Dengan besarnya potensi pasar sukuk Islam, Green Sovereign Sukuk menjadi instrumen yang tepat untuk menarik pendanaan di sektor ini. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, penerbitan Green Sovereign Sukuk juga meningkatkan citra Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi keuangan Islam di tingkat global.

Penelitian yang dilakukan oleh tim kolaboratif dari Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang terdiri dari Nisful Laila, Raditya Sukmana, Dian Agustia, Indah Rahmawati, dan Dwi Irianti Hadiningdyah, memberikan kajian kritis mengenai implementasi Green Sovereign Sukuk di Indonesia. Penelitian ini telah dipresentasikan dalam International Conference on Islamic Finance 2022 di Hamad bin Khalid University, Qatar, dengan menyoroti peluang, tantangan, serta prospek pengembangan instrumen ini di masa depan.

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan Green Sovereign Sukuk adalah memperluas cakupan pasar agar dapat menarik lebih banyak investor, baik domestik maupun internasional. Selain itu, strategi pemasaran yang lebih efektif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat investasi pada Green Sovereign Sukuk. Dengan karakteristiknya yang menawarkan imbal hasil kompetitif dan risiko yang relatif rendah, instrumen ini sangat menarik bagi investor yang peduli terhadap isu lingkungan dan ingin mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam portofolio investasi mereka.

Sebagai instrumen yang terus berkembang, Green Sovereign Sukuk Indonesia dapat menjadi model bagi negara lain yang ingin menerapkan konsep serupa. Keberhasilannya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan Islam global. Dengan dukungan regulasi yang tepat serta strategi pemasaran yang lebih luas, Green Sovereign Sukuk berpotensi menjadi instrumen utama dalam pembiayaan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.

Penulis: Dr. Nisful Laila, S.E., M.Com

Link: https://ideas.repec.org/h/elg/eechap/22863_17.html#:~:text=The%20finding%20suggests%20that%20the,for%20global%20Islamic%20Bond%20series).

Baca juga: Peran Kortisol terhadap Perkembangan dan Respons Perawatan Kanker